WHO Imbau Larangan Vape Beraroma dan Panggilannya untuk Perlakuan Sama Seperti Rokok

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan imbauan (pexels-ruslan-alekso)

Zonamalang.com – Senin, 18 Desember 2023 – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan imbauan mendesak kepada negara-negara anggotanya untuk melarang penggunaan rokok elektrik atau vape beraroma dan memperlakukannya sejajar dengan tembakau konvensional.

Keputusan ini diambil karena WHO menganggap vape dapat membahayakan kesehatan dan meningkatkan risiko kecanduan nikotin, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan kekhawatiran atas pemasaran agresif rokok elektrik kepada anak-anak usia 13-15 tahun. WHO menegaskan bahwa anak-anak pada usia dini dapat terjerumus dalam penggunaan rokok elektrik, menyebabkan potensi kecanduan nikotin yang merugikan.

Advertisement

Beberapa langkah mendesak yang diusulkan oleh WHO untuk mengendalikan penggunaan vape termasuk larangan bahan penyedap rasa dan aroma, seperti mentol, penerapan pajak yang tinggi, serta pelarangan penggunaan di tempat umum. WHO juga berpendapat bahwa vape mengandung zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan sel kanker dan meningkatkan risiko terhadap kesehatan jantung serta paru-paru.

Meskipun beberapa pihak melihat rokok elektrik sebagai alat untuk mengurangi dampak kematian dan penyakit akibat merokok, WHO menegaskan bahwa langkah-langkah tegas diperlukan untuk mengendalikan risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan vape.

Bahaya Penggunaan Rokok Elektrik atau Vape:

  1. Risiko pada Otak:
    Anak remaja dan dewasa muda berisiko mengalami efek jangka panjang akibat paparan nikotin pada otak mereka yang sedang berkembang. Kecanduan nikotin dapat menyebabkan gangguan suasana hati, penurunan kontrol impuls, dan mengubah proses pembentukan sinapsis dalam otak.
  2. Kecanduan:
    Kandungan nikotin pada rokok elektrik dapat menimbulkan efek candu lebih besar dibandingkan rokok biasa. Penggunaan yang berlebihan dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan menyebabkan ketergantungan tinggi.
  3. Berdampak Buruk pada Jantung dan Paru-paru:
    Nikotin meningkatkan tekanan darah dan dapat memicu dampak negatif pada sistem kardiovaskular, termasuk risiko serangan jantung. Zat kimia berbahaya seperti diacetyl dalam vape juga berpotensi menyebabkan penyakit paru-paru serius.

WHO, meskipun tidak memiliki wewenang untuk membuat peraturan di tingkat negara, berharap rekomendasinya diadopsi secara sukarela oleh negara-negara untuk melindungi kesehatan generasi muda dari dampak negatif penggunaan rokok elektrik atau vape.**

Advertisement

Follow Zona Malang di Google News dan Channel WhatsApp, kemudian ikuti atau follow dengan klik ikon dan dapatkan notifikasi berita setiap saat.
Topik:
Berita Terkait