Kampung Terpencil di Madiun Ini Cuma Ditinggali Oleh 4 KK Saja! Ada Sinar Matahari Cuma 5 Jam Dalam Sehari

Zonamalang.com – Tahukah Anda bahwa di berbagai belahan dunia, ada fenomena unik yang menyebabkan beberapa negara mengalami durasi siang yang sangat singkat? Fenomena ini terjadi akibat solstis, yang biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.

Dampak dari solstis ini terasa di belahan bumi utara, di mana siang menjadi sangat pendek. Di luar negeri, salah satu contohnya adalah negara bagian Alaska di Amerika Serikat, di mana beberapa wilayah mengalami durasi siang kurang dari 6 jam, seperti Anchorage hanya 5,5 jam dan Fairbanks hanya 3,75 jam.

Namun, tidak hanya di luar negeri, Indonesia juga memiliki tempat yang mengalami durasi siang yang sangat singkat. Ada sebuah kampung terpencil yang dikenal dengan nama Kampung Kertoembo.

Advertisement

Terletak di lereng Gunung Wilis, Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kampung ini terkena sinar matahari hanya selama 5 jam sehari, mulai dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Kampung Kertoembo mungkin terdengar sepele dengan hanya dihuni oleh 4 Kepala Keluarga (KK), namun ini adalah bagian dari daya tarik uniknya.

Tempat ini berada di tanah milik PT Perkebunan Kopi Kandangan Kare Madiun. Meskipun terpencil, kampung ini memiliki daya tarik wisata yang menarik, yaitu air terjun Kertoembo.

Air terjun ini terletak sekitar 4 km dari pintu masuk PT Perkebunan Kopi Kandangan Kare Madiun. Akan tetapi, akses menuju air terjun ini cukup sulit.

Advertisement

Menurut cerita dari seorang warga setempat, Kampung Kertoembo dahulu merupakan perumahan bagi pekerja Belanda yang bekerja di perkebunan kopi. Meskipun hanya dihuni oleh 4 KK, kampung ini memiliki nilai sejarah yang tak ternilai.

Kini, perumahan ini hanya digunakan sebagai tempat singgah bagi para pekerja di perkebunan tersebut. Saat jam kerja, rumah-rumah tersebut ditempati, namun ketika malam tiba, para pekerja akan kembali ke rumah masing-masing.

Kampung Kertoembo bukan hanya sebuah tempat, tetapi juga memiliki cerita dan keunikan yang mengundang rasa ingin tahu.

Namun, akses untuk menuju air terjun tersebut sangatlah sulit.

Menurut salah satu penuturan warga di sana, Kampung Kertoembo dulunya merupakan perumahan bagi para pekerja Belanda yang bekerja di perkebunan kopi.

Kini, perumahan di Kampung Kertoembo hanya dijadikan sebagai tempat singgah oleh para pekerja di pekebunan tersebut.

Saat jam kerja, rumah itu ditempati, namun saat malam tiba, mereka akan kembali ke rumah masing-masing.

Advertisement

Dalam keheningan dan ketenangan kampung ini, tersembunyi kisah masa lalu dan kehidupan unik yang hanya bisa Anda temukan di sini.***

Follow Zona Malang di Google News dan Channel WhatsApp, kemudian ikuti atau follow dengan klik ikon dan dapatkan notifikasi berita setiap saat.
Berita Terkait