Gubernur Jatim Launching Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Arjuno

Gubernur Jatim Launching Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Arjuno (mpginews.id)

Zonamalang.com – Acara launching Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Arjuno di Rumah Oyot, Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kota Batu berlaungsung meriah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan juga meresmikan Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Arjuno yang ada di Rumah Oyot, Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kota Batu, Rabu (14/6).

Tidak hanya demikian, terdapat juga acara penandatanganan kerja sama oleh Ketua Yayasan Darma Wangsa Reksawana dengan Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, tentang peningkatan kualitas ekologi hutan melalui pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat petani hutan lereng gunung Arjuno melalui alih komoditas tanaman sayur mayur menjadi tanaman kopi.

Advertisement

Aries Agung Paewai mengatakan, bila Kota Batu yang berada di wilayah 197 km2, mempunyai 15.65% hutan lindung, 16,8% hutan produksi, dan 22,6% hutan konservasi.

Guna mengembalikan kualitas ekologi yang ada di kawasan hutan, maka dilakukan upaya dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, kawasan perdesaan agroforestri kopi lereng gunung arjuno sangat dibutuhkan.

Gubernur Jatim Launching Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Arjuno
Gubernur Jatim Launching Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Arjuno

Maka dari itu, kawasan agroforestri kopi akan memanfaatkan lahan di Desa Tulungrejo seluas 500 hektar, Desa Sumbergondo seluas 500 hektar, Desa Bulukerto seluas 300 hektar, dan Desa Giripurno seluas 500 hektar.

“Ikon Kota Batu adalah apel hingga saat ini, komoditas kopi di lereng Arjuno menjadi harapan untuk menjadi komoditas ikonik Kota Batu. Dalam konsep hutan lestari, kita harapkan masyarakat turut serta mempertahankan kelestarian kawasan hutan produktif dan ikut bertanggung jawab serta mengelolanya,” kata Aries.

Advertisement

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada kesempatan di acara menjelaskan bahwa kawasan perdesaan agroforestri kopi lereng gunung arjuno ini dapat menjadi penguatan produksi kopi dan penguatan pelestarian hutan, sekaligus penguatan sinergi berbagai institusi.

“Kopi saat ini sudah berhasil membangun Komunal Branding. Dengan komunal branding, jumlah dan keberlanjutan produk kopi untuk pasar ekspor bisa dipenuhi. Kualitasnya juga bisa kita tentukan agar sesuai standar. Siapkan produksi kopi dengan baik karena potensi pasar ekspornya besar,” kaat Khofifah.

Khofifah juga mengatakan bahwa kawasan perdesaan bisa dikembangkan menjadi desa-desa devisa. Syaratnya adalah produk unik asli dari desa tersebut.

Nantinya, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan memberikan bantuan dan penguatan agar dapat menjadikan desa tersebut menghasilkan devisa.

“Potensi ketika kita bangun sinergitas dengan instansi lain akan memberikan dampak berkelanjutan pada penguatan ekonomi dan penguatan kesejahteraan petani serta masyarakat,” imbuh Khofifah.

Pemberian bantuan dari DP3AP2KB juga dilaksanakan pada acara ini, yaitu berupa 100 bibit alpukat, 100 bibit pinus dan 600 batang kopi komasti kepada petani hutan. Bank Jatim juga ikut memberikan donasi sebesar 10 juta rupiah kepada petani hutan.

Sementara dari Dinas Sosial menyumbangkan 24 unit rombong kewirausahaan dan 8 unit etalase. Sedangkan dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kota Batu memberikan bibit apel senilai 175 juta rupiah.***

Advertisement

Follow Zona Malang di Google News dan Channel WhatsApp, kemudian ikuti atau follow dengan klik ikon dan dapatkan notifikasi berita setiap saat.
Berita Terkait