Konferensi Pers Kolaborasi Yabhysa dan Dinkes Kota Malang dalam Penanggulangan TBC

Konferensi Pers Kolaborasi Yabhysa dan Dinkes Kota Malang dalam Penanggulangan TBC (Dok. Humas Pemkot Malang)

Malang, 17 Desember 2023 – SSR Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Peduli TBC Kota Malang, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menggelar Konferensi Pers ‘Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan TBC di Kota Malang’ dengan tema “Temukan, Obati, Sampai Sembuh” di Hotel Tugu pada Jumat (15/12/2023).

Kegiatan yang menunjukkan tekad untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030 ini dihadiri oleh Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, MM, dan Kepala SSR Yabhysa Peduli TBC Kota Malang, Rully Narulita, M.AP.

Husnul Muarif, Kadinkes Kota Malang, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan upaya pencegahan dan penanggulangan kasus TBC di Kota Malang.

Advertisement

Meskipun langkah-langkah yang telah diambil selama ini dinilai positif, Husnul menekankan pentingnya terus meningkatkan kualitas penanganan, termasuk dalam penuntasan pengobatan dan peningkatan investigasi kontak untuk menemukan terduga TBC.

Menanggapi tingginya kasus TBC pada anak-anak, Husnul mengemukakan bahwa kesadaran orang tua terhadap gejala dan pengobatan yang tepat masih kurang.

Oleh karena itu, peran semua pihak, termasuk media, dianggap penting dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan TBC.

Kepala SSR Yabhysa Peduli TBC Kota Malang, Rully Narulita, M.AP, menjelaskan bahwa Yabhysa telah berkolaborasi dengan Dinkes Kota Malang dan masyarakat sejak tahun 2021 dalam upaya penanggulangan TBC. Berbagai kegiatan, mulai dari penemuan kasus TBC hingga penyuluhan, telah dilaksanakan untuk mencapai eliminasi TBC di Kota Malang.

Advertisement

Rully menyampaikan bahwa sejak tahun 2023, pihaknya bersama seluruh komponen di Kota Malang telah membentuk RW Bebas TBC, dimulai dari Jodipan RW 6.

Harapannya, setelah sukses di Jodipan RW 6, konsep RW Bebas TBC dapat diterapkan di seluruh wilayah kecamatan Kota Malang.

Kendala yang dihadapi dalam penanganan TBC, kata Rully, antara lain karena tidak semua orang menyadari bahayanya penyakit ini sehingga sering menyepelekan penanganannya.

Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang dapat memperkuat literasi masyarakat terhadap TBC.

Rully berharap bahwa melalui edukasi massif, baik dari kader maupun media, literasi masyarakat terhadap TBC dapat meningkat. “Kami harapkan kerja sama seluruh faskes di Kota Malang dapat bergerak bersama dalam penanganan dan penanggulangan TBC,” pungkasnya.***

Follow Zona Malang di Google News dan Channel WhatsApp, kemudian ikuti atau follow dengan klik ikon dan dapatkan notifikasi berita setiap saat.
Berita Terkait