Stadion Gajayana Tetap Bersejarah: Pemkot Malang Bantah Kabar Alih Fungsi dan Rencana jadi Hotel

Stadion Gajayana Tetap Bersejarah: Pemkot Malang Bantah Kabar Alih Fungsi dan Rencana Tukar Guling

Malang, 2 Januari 2024 – Kabar mengenai rencana alih fungsi Stadion Gajayana, stadion bersejarah di Kota Malang, menjadi bangunan hotel telah beredar luas. Namun, Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, dengan tegas membantah rumor tersebut. Dalam keterangan resminya pada Senin, 1 Januari 2024, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa tidak ada rencana tukar guling atau alih fungsi Stadion Gajayana.

Stadion Gajayana, yang dibangun oleh kolonial Belanda pada 1924-1926, diakui sebagai stadion tertua di Indonesia. Menjadi saksi lahirnya dua klub besar, Persema Malang pada 1953, dan Arema Malang pada 1987, membuat stadion ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi warga Malang.

“Tidak ada tukar guling (Stadion Gajayana). Arek Malang kan tahu historisnya (sejarahnya),” ungkap Wahyu Hidayat. Pj Wali Kota Malang juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang untuk tidak merusak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitar Stadion Gajayana.

Advertisement

Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa kabar yang beredar bukanlah mengenai tukar guling atau alih fungsi, melainkan rencana renovasi. “Renovasi itu yang saya bahas secara detail, bukan tukar guling. Tidak ada alih fungsinya. Basic (keilmuan) saya planologi. Sehingga, harus kita perhatikan RTH, termasuk daerah resapan harus kita perhatikan,” jelasnya.

Rencana terdekat Pemkot Malang adalah melakukan renovasi pada Stadion Gajayana agar sesuai dengan standar keamanan, kelayakan, dan regulasi kompetisi tertinggi, seperti Liga 1. Proposal renovasi tersebut sudah diajukan ke Kementerian PUPR. Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Stadion Gajayana tetap akan difungsikan sebagaimana mestinya.

Selain itu, Pemkot Malang berencana membangun stadion baru di kawasan Kedungkandang sebagai alternatif yang representatif. “Yang saya inginkan pembangunan stadion baru yang (lebih) representatif. Tidak disini (Stadion Gajayana), tapi di pinggiran. Tidak mengutak-atik Stadion Gajayana,” ujar Wahyu Hidayat.

Sebagai langkah serius dalam pembangunan stadion baru, Pemkot Malang membuka peluang bagi investor yang ingin terlibat dalam proses pembangunan, termasuk pengelolaan dan sebagainya. “Kalau ada investor yang ingin membangun (stadion baru), ingin mengelola silahkan.

Advertisement

Tapi, tolong nanti dikembalikan ke Kota Malang,” tambahnya. Dengan demikian, Stadion Gajayana tetap akan mempertahankan kebersejarahannya dalam menghadirkan momen olahraga dan kebanggaan bagi warga Malang.***

Follow Zona Malang di Google News dan Channel WhatsApp, kemudian ikuti atau follow dengan klik ikon dan dapatkan notifikasi berita setiap saat.
Berita Terkait