Sebelum Lakukan Bunuh Diri Bareng 1 Anak dan Istrinya, Guru SD di Malang Berikan Pesan ini!

Sebelum Lakukan Bunuh Diri Bareng 1 Anak dan Istrinya, Guru SD di Malang Berikan Pesan ini! (Ist)

Kabupaten Malang – Polres Malang tengah mendalami motif di balik peristiwa tragis bunuh diri yang menimpa satu keluarga di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam kejadian tersebut, suami berinisial WE (43 tahun), istri berinisial S (40 tahun), dan anak perempuan berusia 12 tahun dengan inisial ARE ditemukan tewas.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, menjelaskan bahwa dugaan sementara menunjukkan bahwa satu keluarga tersebut melakukan bunuh diri. Keluarga ini terdiri dari empat anggota, yakni WE, S, ARE, dan AKE. Pasangan suami istri ini tinggal di RT03/10, Dusun Borobugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis.

Peristiwa ini terkuak saat AKE, anak perempuan korban, meminta tolong kepada tetangga di sekitar rumah. Setelah mendapat respons, tetangga masuk ke dalam rumah dan menemukan keadaan mencekam di dalam kamar. WE mengalami luka sayat yang cukup dalam pada tangan kiri dan dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Advertisement

“Ditemukan dua mayat perempuan, satu berumur sekitar 40 tahun dan satu lagi sekitar 12 tahun. Informasi dari petugas olah TKP menyebutkan bahwa keduanya ditemukan dengan mulut mengeluarkan busa dan bau menyengat,” ungkap Gandha.

Hasil olah tempat kejadian perkara juga mencatat adanya gelas dan bungkus obat nyamuk cair di sekitar jenazah, menambah misteri di balik kejadian tersebut. Gandha menambahkan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, ketika WE membangunkan ARE untuk pindah ke kamar tidur bersama istri.

AKE, anak lainnya, kemudian terbangun terlalu siang untuk melaksanakan ibadah shalat subuh dan menuju kamar orang tuanya. Namun, ketika mencoba membangunkan mereka, AKE tidak mendapat respons, yang kemudian mengarah pada permintaan tolong kepada tetangga.

Pesan yang diduga ditulis oleh WE ditemukan di tempat kejadian. Pesan tersebut, ditulis dengan spidol berwarna hitam, meminta AKE untuk menjaga diri dan tunduk kepada neneknya. Saat ini, AKE sedang mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang bersama seorang psikolog.

Advertisement

Polres Malang masih terus mendalami motif sebenarnya di balik tindakan tragis ini, yang telah mengguncang warga Desa Saptorenggo.***

Follow Zona Malang di Google News dan Channel WhatsApp, kemudian ikuti atau follow dengan klik ikon dan dapatkan notifikasi berita setiap saat.
Berita Terkait