MALANG – Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah siap menggelar Kirab Pusaka 1 Suro yang dinanti-nantikan. Tradisi tahunan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 26 Juni 2025, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Acara ini bukan hanya sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan leluhur yang kaya akan filosofi spiritual dan sejarah.
Kirab Pusaka 1 Suro ini diselenggarakan untuk menyambut datangnya 1 Suro 1959 Tahun Dal, yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah. Rute kirab akan dimulai dan diakhiri di Pura Mangkunegaran, melewati Koridor Ngarsopuro, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan R.M. Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Jalan Slamet Riyadi. Pastinya akan menjadi tontonan yang menarik.
Sebagai persiapan, Pura Mangkunegaran akan ditutup sementara untuk umum pada Kamis, 26 Juni 2025 dan Jumat, 27 Juni 2025. Namun, jangan khawatir, pura akan kembali dibuka untuk kunjungan publik pada hari Sabtu, 28 Juni 2025. Jadi, catat tanggalnya ya!
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi langsung dalam kirab, pendaftaran online telah dibuka melalui Google Form. Kabar baiknya, pendaftaran ini gratis! Namun, kuota terbatas, jadi siapa cepat dia dapat. Informasi detail mengenai tautan pendaftaran dan ketentuan tambahan dapat ditemukan di akun Instagram resmi @mangkunegaran dan @info.mn.
“Bagi yang tidak sempat mendaftar, jangan berkecil hati. Anda tetap bisa menyaksikan prosesi kirab secara langsung di area Pamedan Mangkunegaran,” ujar perwakilan panitia. Masyarakat juga diyakini bisa memperoleh berkah 1 Suro hanya dengan ikut menyaksikan kirab dengan sikap yang khusyuk dan pakaian yang sesuai dengan ketentuan.
Untuk menjaga kekhidmatan acara, panitia menetapkan aturan berpakaian tradisional khas Mangkunegaran bagi peserta dan penonton. Bagi pria, diwajibkan mengenakan blangkon khas Mangkunegaran tanpa hiasan, beskap hitam polos model krowok, jarik wiru sogan bermotif Surakarta gaya Mangkunegaran, keris bermodel warangka gayaman, ikat pinggang timang polos warna gelap, dan sandal hitam polos. Sandal wajib dilepas saat kirab berlangsung.
Sementara itu, wanita diharapkan mengenakan sanggul ukel konde tusuk hitam atau penyu tanpa hiasan berlebihan, riasan wajah sederhana, kebaya Kartini hitam polos berlengan panjang (bukan brokat atau beludru), jarik wiru sogan bermotif Surakarta gaya Mangkunegaran (dilarang motif Parang atau Lereng), dan sandal hitam polos. Sama seperti pria, sandal juga wajib dilepas saat kirab berlangsung.
Kirab 1 Suro bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga momen spiritual yang membawa berkah dan keselamatan. Acara ini menjadi sarana pelestarian budaya serta membangun koneksi antara masa lalu, masa kini, dan masa depan masyarakat Jawa. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan atau berpartisipasi dalam Kirab Pusaka 1 Suro Mangkunegaran 2025!







