Mengendus Darah di Air: Persiapan Mentalitas Baja Argentina Menuju Final World Cup 2026

Zonamalang.com – Tim nasional Argentina kembali membuktikan mengapa mereka menyandang status sebagai “tim penuh takdir”. Keberhasilan membalikkan keadaan secara dramatis di menit-menit akhir melawan Inggris (2-1) di semifinal mengantarkan La Albiceleste ke partai puncak Piala Dunia kedua secara berturut-turut. Kini, fokus anak asuh Lionel Scaloni sepenuhnya beralih ke laga final akbar melawan Spanyol di New York New Jersey Stadium hari Minggu besok.

Di balik euforia tersebut, berikut adalah poin-poin krusial persiapan Argentina yang di kutip dari ligapedia untuk mempertahankan gelar juara dunia mereka:

1. Rahasia Dapur Scaloni: Memata-matai Spanyol Lebih Awal

Ada hal menarik yang diakui oleh Lionel Scaloni pasca-laga semifinal di Atlanta. Berbeda dengan kredo pelatih sepak bola pada umumnya yang melarang tim memikirkan laga berikutnya sebelum tugas di depan mata selesai, Scaloni dan staf pelatihnya ternyata sudah mulai menganalisis permainan Spanyol sebelum laga melawan Inggris dimulai.

“Kami melihat mereka sebagai potensi rival utama,” ungkap Scaloni. Persiapan taktis yang matang ini memberi Argentina waktu ekstra untuk membedah pertahanan Spanyol yang sejauh ini baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

2. Efek Magis Sang Kapten di Usia 39 Tahun

Pertanyaan terbesar sebelum turnamen adalah apakah Lionel Messi masih mampu berbicara banyak di level tertinggi. Jawabannya terlihat di lapangan: Messi saat ini memimpin perburuan Golden Boot dengan 8 gol dan 4 assist. Dua umpan matangnya untuk gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez di semifinal adalah bukti nyata bahwa meski ia tidak banyak berlari tanpa bola, visi dan operannya tetap menjadi senjata paling mematikan bagi Argentina. Duel individunya melawan bek Spanyol, Aymeric Laporte, diprediksi akan menjadi kunci penentu laga final.

3. Evaluasi Sektor Kanan yang Rentan

Kendati mental bertanding Argentina sangat luar biasa, Scaloni memiliki PR besar di sektor kanan pertahanan timnya. Pada laga sebelumnya, sisi yang dikawal Nahuel Molina dan Gonzalo Montiel sempat keteteran menahan laju penyerang sayap lawan. Mengingat Spanyol memiliki penyerang sayap lincah seperti Lamine Yamal, Argentina wajib memperketat koordinasi di area ini agar tidak menjadi bulan-bulanan di partai final.

4. Menjaga Keseimbangan Lini Tengah

Lini tengah Argentina yang diisi oleh Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister memang memiliki kreativitas tinggi dalam mendikte aliran bola. Namun, statistik menunjukkan mereka kerap kewalahan saat kehilangan penguasaan bola akibat minimnya kecepatan transisi bertahan. Kehadiran gelandang jangkar Spanyol, Rodri, menuntut trio lini tengah Argentina untuk tampil lebih disiplin dan bertenaga selama 90 menit penuh.