Zona Malang – Pemerintah Kabupaten Malang menggelar jamuan makan malam hangat atau gala dinner untuk menyambut jajaran pemain dan kru film Sekawan Limo 2 “Gunung Klawih” di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (21/9) malam. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bagi para talenta kreatif lokal.
Acara yang dihadiri oleh sutradara Bayu Skak, Line Producer Rini Armodjo, serta jajaran Pemkab Malang ini menjadi penanda dukungan penuh pemerintah daerah terhadap industri film yang mengangkat potensi dan kearifan lokal.
Bupati Sanusi menyampaikan antusiasme Pemkab Malang atas kehadiran sekuel dari film “Sekawan Limo” yang sukses tayang pada tahun 2024 lalu. Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada sutradara Bayu Skak, yang dianggapnya sebagai figur representatif dari Malang.
“Ini merupakan bentuk penghargaan karena Bayu Skak merupakan figur yang mampu membawa dampak positif terhadap perkembangan budaya dan ciri khas Jawa Timuran, yang dikemas secara menarik menjadi sebuah karya film,” ucap Bupati Sanusi.

Lebih dari sekadar dukungan moral, Bupati Sanusi juga menyampaikan harapan konkret agar produksi film berskala nasional ini dapat membuka pintu bagi para talenta muda di wilayahnya. Ia secara terbuka mengajak tim produksi untuk mempertimbangkan kolaborasi di masa depan.
“Semoga pertemuan kita hari ini akan membuka peluang kolaborasi, utamanya untuk melibatkan anak-anak muda di Kabupaten Malang, misalnya para konten kreator lokal, dan juga animator dari Kabupaten Malang,” tandasnya.
Bupati juga mendoakan agar seluruh proses produksi film “Sekawan Limo 2” dapat berjalan lancar hingga nantinya resmi ditayangkan. “Mudah-mudahan film ini dapat menjadi tontonan yang menarik, berkualitas, dan pesan moralnya dapat tersampaikan,” pungkasnya.
Pernyataan Bupati Malang dalam acara ini menjadi sebuah sinyal penting bagi para pelaku industri kreatif di Kabupaten Malang. Ajakan kolaborasi yang disampaikan secara langsung kepada sutradara dan produser film ternama bukan sekadar basa-basi, melainkan sebuah pengakuan atas potensi yang dimiliki talenta lokal.
Bagi para konten kreator, animator, dan pekerja kreatif muda di Malang, ini adalah sebuah dorongan dan peluang bahwa karya mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proyek yang lebih besar dan berskala nasional.***







