Zona Malang.co – Setelah 1,5 tahun penyanderaan yang menegangkan, Phillip Mehrtens, pilot Susi Air asal Selandia Baru, akhirnya menghirup udara kebebasan. Pria yang diculik oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pada 7 Februari 2022 di Bandara Nduga, kini telah dibebaskan dalam kondisi sehat.
Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua, mengonfirmasi pembebasan tersebut. “Hari ini kami menjemput pilot Phillip yang dalam keadaan sehat dan kami menerbangkannya dari Nduga ke Timika,” ujarnya. Satuan tugas gabungan polisi dan militer berhasil menjemput Mehrtens dari sebuah desa di distrik Nduga pagi ini.
Pembebasan ini merupakan hasil dari upaya diplomatik intensif antara pemerintah Indonesia dan Selandia Baru. Presiden Joko Widodo menekankan bahwa keselamatan Mehrtens menjadi prioritas utama, dengan proses negosiasi yang panjang tanpa kekerasan.
Selama masa penahanannya, Mehrtens muncul dalam beberapa video, menunjukkan perubahan fisik yang signifikan – kurus, berambut panjang, dan berjanggut. Namun, foto terbaru pasca pembebasan menunjukkan kondisinya yang membaik.
Kasus penyanderaan ini menyoroti kompleksitas konflik di Papua. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yang bertanggung jawab atas penculikan tersebut, sempat menuntut pengakuan kemerdekaan Papua sebagai syarat pembebasan Mehrtens.
Phillip Mehrtens, seorang ayah dari Christchurch, Selandia Baru, kini dapat kembali ke pelukan keluarganya setelah perjalanan panjang yang penuh ketidakpastian. Pembebasan ini menjadi titik cerah di tengah ketegangan yang masih berlangsung di wilayah Papua.
Sementara kasus ini berakhir dengan pembebasan, insiden lain seperti penembakan pilot Glen Malcolm Conning bulan lalu menunjukkan bahwa situasi di Papua masih rentan. Peristiwa ini kembali membuka diskusi tentang keamanan di wilayah tersebut dan upaya-upaya yang diperlukan untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua.







