KOTA MALANG – Teka-teki penemuan jenazah pria tanpa kartu identitas di kawasan taman median Jalan Veteran, Kota Malang, pada Jumat (4/9/2026) pagi akhirnya menemukan titik terang. Pihak kepolisian memastikan bahwa pria tewas di lokasi tersebut merupakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal yang berujung fatal.
Korban diketahui bernama Septian Bayu Pradana, seorang pria berusia 34 tahun. Berdasarkan penelusuran data aparat kepolisian, mendiang tercatat sebagai warga yang berdomisili di Jalan Raya Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Proses identifikasi jenazah ini awalnya sempat mengalami kendala lantaran petugas tidak menemukan satu pun dokumen kependudukan di lokasi kejadian. Identitasnya baru berhasil diungkap setelah Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Malang Kota menelusuri data dari ponsel pintar yang dibawa oleh korban.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Prasetyo, memberikan konfirmasi resmi terkait insiden maut tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan secara cermat pada pagi hari, polisi menyimpulkan bahwa insiden ini murni kecelakaan lalu lintas tanpa melibatkan kendaraan lain.
Kronologi nahas ini bermula saat Septian mengendarai sepeda motor matik jenis Honda Beat. Kendaraan roda dua bernomor polisi N-2209-EDK tersebut dipacu dari arah timur, tepatnya dari kawasan pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos).
Korban saat itu diketahui sedang melakukan perjalanan melintasi Jalan Veteran menuju ke arah barat, tepatnya ke arah gerbang masuk Universitas Brawijaya (UB). Petaka terjadi ketika pengendara motor tersebut memasuki area jalan yang agak menikung.
Ipda Eko menjelaskan bahwa korban diduga kuat mengalami penurunan konsentrasi saat mengemudikan kendaraannya. Akibat hilangnya fokus sesaat tersebut, laju sepeda motor menjadi tidak stabil dan mendadak oleng ke sisi kanan jalan hingga di luar kendali.
Sepeda motor yang melaju tak terkendali itu kemudian menghantam keras bangunan median taman yang membelah jalan raya. Benturan yang sangat kuat menyebabkan tubuh korban terpental cukup jauh dari titik tabrakan awal.
Posisi tubuh korban dan kendaraan yang ditemukan terpisah hingga jarak beberapa meter menjadi bukti kuat kerasnya benturan yang terjadi. Warga sekitar yang melintas dan menemukan jenazah korban pada pagi harinya sempat dibuat gempar oleh peristiwa tersebut.
Sekitar pukul 07.00 WIB, tim relawan medis beserta armada ambulans tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban langsung dibawa menuju Kamar Medis Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk kepentingan visum.
Saat ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi penuh untuk mengurus kepulangan jenazah. Jenazah korban laka tunggal ini akan segera diserahterimakan kepada pihak keluarga di Wagir setelah seluruh proses pemeriksaan di rumah sakit dinyatakan rampung.
Insiden tragis di kawasan Jalan Veteran ini sejatinya menjadi alarm peringatan keras bagi seluruh pengguna jalan, terutama di kawasan padat aktivitas pendidikan. Karakteristik Jalan Veteran yang lebar dengan aspal mulus kerap secara tidak sadar memicu pengendara memacu kendaraan di luar batas aman, sehingga keberadaan median taman berpotensi menjadi titik bentur yang sangat mematikan jika terjadi sedikit saja kelalaian.
Ke depannya, instansi terkait perlu melakukan kajian ulang mengenai urgensi penambahan pita kejut atau rambu peringatan pembatas kecepatan di ruas jalan tersebut. Keselamatan berkendara di jalan perkotaan tidak bisa hanya bertumpu pada konsentrasi individu pengemudi, melainkan juga membutuhkan rekayasa lalu lintas pasif yang mampu meminimalisasi tingkat fatalitas saat terjadi kecelakaan tunggal.







