Zona Malang – Unit Pengelola Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo telah mengumumkan bahwa pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur akan kembali dibuka mulai 15 Juni 2024. Pembukaan ini dilakukan setelah pendakian ditutup sejak Agustus 2023 akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan tersebut.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, menyatakan bahwa pendakian Gunung Arjuno akan kembali dibuka untuk para pendaki dan wisatawan mulai 15 Juni 2024. Wahyudi menegaskan bahwa pembukaan kembali ini akan mengutamakan pendaki yang telah melakukan pemesanan secara online pada periode Agustus-Desember 2023. Para pendaki yang masuk dalam kategori ini diharapkan menghubungi nomor kontak yang tertera pada laman Tahura Raden Soerjo untuk melakukan penjadwalan ulang.
“Pendakian Gunung Arjuno kembali dibuka pada 15 Juni 2024,” kata Wahyudi. “Untuk awal yang diprioritaskan adalah yang telah melakukan pemesanan secara online pada periode Agustus-Desember 2023.”
Kuota dan Persyaratan Pendakian
UPT Tahura Raden Soerjo telah menetapkan kuota sebanyak 400 pendaki per hari. Setiap pendaki yang ingin melakukan pendakian wajib mengantongi Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi (Simaksi). Pendaki yang datang ke pos perizinan tanpa Simaksi tidak akan diperbolehkan mendaki.
Wahyudi menambahkan bahwa pembukaan kembali pendakian dilakukan setelah memastikan kondisi sudah stabil pascakebakaran hutan dan lahan pada tahun 2023. “Kondisi saat ini sudah mulai stabil. Termasuk, kami telah melakukan pembersihan dan pembenahan jalur pendakian,” jelasnya.
Pembenahan Jalur Pendakian
Untuk memastikan keamanan jalur pendakian, pihak Tahura Raden Soerjo telah mengerahkan puluhan personel untuk membersihkan dan membenahi jalur pendakian. Pembenahan ini penting agar pendaki dapat menikmati pendakian dengan aman pascakebakaran.
Gunung Arjuno secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Ada empat pintu masuk pendakian yang bisa dipilih, yaitu melalui Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan, Sumber Brantas di Kota Batu, dan jalur Lawang di Kabupaten Malang. “Pendakian dibuka kembali untuk semua jalur,” tambah Wahyudi.
Sejarah Penutupan dan Kerugian Akibat Kebakaran
Pendakian Gunung Arjuno ditutup sejak 28 Agustus 2023 akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan tersebut. Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 4.796 hektare kawasan hutan di Gunung Arjuno-Welirang. Kebakaran ini menyebabkan kerugian yang cukup besar dan memerlukan waktu untuk pemulihan.
Gunung Arjuno, dengan ketinggian mencapai 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl), merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur. Bersebelahan dengan Gunung Welirang yang memiliki ketinggian 3.156 mdpl, keduanya dikenal sebagai kompleks Arjuno-Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak dalam satu punggungan yang sama dengan puncak Gunung Welirang, serta Gunung Kembar I dan Gunung Kembar II.
Dampak Pembukaan Kembali bagi Pariwisata
Pembukaan kembali pendakian Gunung Arjuno-Welirang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata lokal dan perekonomian masyarakat sekitar. Dengan kembalinya aktivitas pendakian, diharapkan sektor pariwisata akan kembali bergairah, dan usaha-usaha lokal yang bergantung pada kunjungan pendaki dapat pulih.
Para pendaki dan wisatawan yang telah menunggu lama kini memiliki kesempatan untuk kembali menikmati keindahan dan tantangan yang ditawarkan oleh Gunung Arjuno dan Welirang. Dengan persiapan dan perencanaan yang baik, diharapkan pendakian ini dapat berjalan lancar dan aman, serta memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pendaki.
Pembukaan kembali pendakian Gunung Arjuno-Welirang menandai babak baru dalam upaya pemulihan pascakebakaran hutan yang melanda kawasan tersebut. Dengan prioritas keamanan dan kenyamanan pendaki, serta dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat, diharapkan pendakian Gunung Arjuno-Welirang dapat kembali menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Indonesia.***







