Malang Raya kembali disulap menjadi negeri dongeng saat memasuki bulan Oktober. Pohon Tabebuya yang dijuluki “sakura tropis” mulai memamerkan keindahannya, menghiasi sudut-sudut kota dengan warna kuning cerah yang memukau. Fenomena alam tahunan ini menjadi magnet bagi warga lokal dan wisatawan yang haus akan pemandangan memesona.
“Setiap tahun, kami selalu menantikan momen ini. Tabebuia seolah menjadi pertanda bahwa musim hujan akan segera tiba,” ujar Anita, pengunjung yang ditemui di salah satu lokasi tabebuia, Jumat (6/10/2024).
Bagi Anda yang ingin mengabadikan momen di bawah kanopi bunga kuning ini, Zona Malang telah merangkum tiga spot terbaik yang wajib Anda kunjungi:
Markas Pusdik Arhanud, Kota Batu: Surga Tabebuia Sepanjang 500 Meter
Jika Anda mencari hamparan tabebuia terpanjang, Jalan Wijaya Kusuma di sekitar Markas Pusdik Arhanud adalah jawabannya. Deretan pohon tabebuia sepanjang 500 meter menciptakan terowongan alami yang memukau.
“Tempat ini luar biasa! Rasanya seperti berjalan di bawah hujan bunga kuning,” kata Budi, fotografer amatir yang tengah mengabadikan momen di lokasi tersebut.
Ngadilangkung, Kepanjen: Pesona Tabebuia di Tengah Suasana Pedesaan
Bagi pencinta suasana pedesaan, Ngadilangkung di Kepanjen menawarkan pengalaman unik. Di sini, bunga tabebuia mekar dengan latar belakang kehidupan desa yang asri, menciptakan kontras yang menakjubkan.
“Saya sengaja datang dari Surabaya untuk melihat ini. Pemandangannya tidak mengecewakan!” ungkap Siti, wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini.
UB Dieng: Tabebuia Meets Academia
Kawasan Universitas Brawijaya (UB) Dieng membuktikan bahwa keindahan alam dan dunia akademis bisa berpadu dengan sempurna. Pohon tabebuia yang berjajar di area kampus menjadi spot foto favorit mahasiswa dan pengunjung.
“Rasanya belajar jadi lebih menyenangkan dengan pemandangan secantik ini,” tutur Rini, mahasiswa UB yang ditemui di lokasi.
Fenomena tabebuia di Malang bukan hanya tentang keindahan visual. Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat beberapa manfaat penanaman pohon ini:
- Tahan kekeringan dan mudah beradaptasi
- Perawatan mudah, cocok untuk penghijauan kota
- Berbunga setahun sekali, menciptakan atraksi wisata tahunan
- Mulai berbunga pada usia 4 tahun
- Tahan hama dan penyakit
“Kami berencana menambah jumlah pohon tabebuia di beberapa titik strategis Kota Malang,” ungkap Hadi Santoso, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Bagi Anda yang ingin menikmati “sakura ala Malang” ini, jangan tunda lagi! Waktu mekar tabebuia biasanya hanya berlangsung 2-3 minggu. Pastikan Anda mengunjungi spot-spot ini segera untuk mengabadikan momen berharga di bawah hujan bunga kuning yang memesona.
“Tapi ingat, tetap jaga kebersihan dan hindari merusak pohon saat berfoto ya!” pesan Hadi mengingatkan.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi spot-spot tabebuia di Malang dan buat feed Instagram Anda dipenuhi keindahan “sakura tropis” yang tak kalah memukau dari aslinya di Jepang!







