Malang, 4 Januari 2024 – Kampung Anggrek Oma View di Kelurahan Cemorokandang tengah berinovasi dengan mengembangkan Taman Edukasi Anggrek. Kadarno, salah satu petani anggrek di Oma View, mengungkapkan bahwa permintaan anggrek saat ini tidak sebanyak pada masa pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, kampung tersebut berusaha untuk terus berkembang dan berinovasi dengan memberikan pendidikan tentang budidaya anggrek.
“Saat ini permintaan anggrek ke tempat kami memang masih ada, tetapi tidak sebanyak di masa pandemi. Jadi kami harus kreatif dan terus berinovasi untuk bertahan. Di antaranya kami bekerjasama dengan sekolah-sekolah, kampus-kampus.
Mengingat di sini juga menjadi tempat magang siswa dan mahasiswa,” ungkap Kadarno pada Kamis (4/12/2023).
Kampung Anggrek Oma View berusaha menjadikan tempat tersebut sebagai pusat edukasi tentang anggrek yang menarik. Dengan fasilitas seperti gazebo, taman, dan enam greenhouse anggrek yang luas, mereka berharap pengunjung dapat selalu teringat dan tertarik untuk datang berkunjung.
Kadarno menjelaskan bahwa kampung ini membudidayakan dua jenis anggrek, yaitu Anggrek Dendobrium dan Anggrek Bulan. Kedua jenis anggrek ini dianggap mudah untuk dibudidayakan, dan pihak kampung terus melakukan percobaan agar kualitasnya semakin baik dan tidak kalah dari anggrek impor dari Thailand.
Kampung Anggrek Oma View, yang mulai dirintis sejak tahun 2019 pada masa pandemi COVID-19, menggunakan fasilitas umum yang ada di perumahan. Saat ini, budidaya anggrek telah menjadi salah satu sumber pendapatan bagi warga yang banyak terdampak oleh pandemi global.
Selain sebagai tempat membeli anggrek, pengunjung di Kampung Anggrek Oma View juga dapat memperoleh berbagai kebutuhan untuk budidaya anggrek, mulai dari pot, media tanam, hingga berbagai pernak-pernik aksesoris untuk anggrek.
Dengan inovasi ini, kampung tersebut berupaya memberikan inspirasi dan pengetahuan bagi pengunjung tentang budidaya anggrek secara menyeluruh.***







