Surabaya, 27 Januari 2024 – Emil Dardak, salah satu juru bicara Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka, memberikan respons kreatif terhadap tudingan yang menyebutnya sebagai joki debat menggunakan “bone conduction headphone”. Tudingan tersebut muncul setelah foto Gibran dengan bayangan hitam di leher menjadi viral di media sosial.
Emil Dardak merespons tudingan tersebut melalui unggahan video di akun Instagramnya (@Emildardak). Dalam video yang bermuatan satire, Emil memamerkan penggunaan bone conduction headphone di lehernya kepada istrinya, Arumi Bachsin.
Dalam video tersebut, Emil tampak antusias memperlihatkan alat tersebut kepada Arumi. Dia menyebutnya sebagai “bone conduction headphone” yang baru saja dipesannya. Namun, adegan menjadi kocak ketika Emil meletakkan alat tersebut di lehernya, bukan di telinga.
“Ini dia yang ditunggu-tunggu, namanya bone conduction headphone,” ujar Emil kepada Arumi. Arumi dengan nada kocak menyebut alat tersebut sebagai “earphone”. Video tersebut menjadi sindiran tajam terhadap tudingan bahwa Gibran menerima arahan dari Emil melalui bone conduction headphone.
Emil terlihat bingung karena tidak mendengar suara apapun, padahal musik sudah diputar oleh Arumi dengan volume maksimal. Arumi kemudian menyadari bahwa bone conduction headphone seharusnya dipasang di telinga, bukan di leher.
Emil menyampaikan pernyataan satire bahwa sebagaimana yang disebutkan di internet, Gibran mampu mendengar arahan dari dirinya melalui bone conduction headphone yang dipakai di leher.
“Tuh kan (sembari Emil mengarahkan bone conduction ke arah telinga bukan di leher). Nggak cocoklah kamu pakai yang mahal-mahal, buat aku aja,” kata Arumi dengan nada humoris.
Emil Dardak menyampaikan bahwa video tersebut dapat diambil sebagai jawaban atas asumsi yang berkembang di masyarakat mengenai penggunaan “bone conduction headphone“. Melalui video satire ini, Emil mencoba meredam kontroversi dengan sentuhan humor.
Komentar dari netizen terhadap video tersebut beragam, namun banyak yang menyambut positif dan mengapresiasi respons kreatif dari Emil Dardak.***







