MALANG – Kabar baik bagi pelanggan listrik PLN! Meski periode diskon 50 persen yang berlaku sejak Januari hingga Februari 2025 telah usai, token listrik yang dibeli selama masa promo tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan hingga Maret 2025.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Prayudha. Beliau menjelaskan bahwa token listrik yang sudah dibeli selama periode diskon tidak akan hangus meskipun masih tersisa di bulan Maret.
“Tetap berlaku dan bisa dipakai di bulan-bulan berikutnya. Jika ada promo atau perubahan tarif, token yang sudah dibeli tetap mengikuti tarif saat pembelian, bukan saat digunakan,” tegas Prayudha, seperti dilansir dari (link unavailable), Senin (3/3/2025).
Diskon listrik 50 persen ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah sebagai respons terhadap pemberlakuan PPN 12 persen. Program ini menyasar pelanggan rumah tangga PLN, baik pengguna prabayar (token) maupun pascabayar (tagihan atau rekening listrik).
Pelanggan yang berhak menikmati diskon ini adalah mereka yang menggunakan listrik dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Jadi, pastikan Anda termasuk dalam kategori ini untuk bisa merasakan manfaatnya.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menambahkan bahwa token listrik yang diperoleh selama masa promo tetap bisa digunakan setelah Februari 2025. Namun, ada satu syarat penting yang harus dipenuhi.
“Token listrik tersebut harus sudah dimasukkan ke meteran listrik sebelum melakukan 50 transaksi berikutnya supaya tidak kedaluwarsa,” jelas Gregorius. Jadi, jangan tunda-tunda untuk memasukkan token Anda!
Artinya, jika Anda memiliki token listrik yang dibeli pada Januari-Februari 2025 namun belum terpakai, Anda masih bisa menggunakannya di bulan berikutnya, asalkan jumlah transaksi token belum mencapai 50 kali.
Untuk mendapatkan token dengan diskon 50 persen selama periode promo, masyarakat bisa membelinya melalui berbagai kanal, seperti PLN Mobile, ritel, agen, maupun channel pembelian lainnya yang tersedia.
Bagi pelanggan pascabayar, diskon 50 persen juga masih bisa dirasakan hingga Maret 2025. Hal ini karena tagihan listrik pada bulan yang sudah berjalan akan dibayarkan pada periode berikutnya.
Perlu diingat bahwa diskon listrik 50 persen untuk pelanggan pascabayar akan diberikan secara otomatis. Diskon ini akan mengurangi tagihan pemakaian Januari dengan periode pembayaran 1-20 Februari 2025, serta mengurangi tagihan pemakaian Februari untuk periode pembayaran 1-20 Maret 2025.
Namun, pembayaran tagihan pada Januari 2025 belum terpotong diskon, karena pemakaian listrik terjadi pada Desember 2024, yang tidak termasuk dalam periode diskon. Jadi, jangan kaget jika tagihan Januari Anda masih normal.
Di sisi lain, perlu diperhatikan bahwa token untuk pelanggan prabayar tidak bisa langsung dimasukkan ke meteran dalam waktu bersamaan. Terdapat batas maksimal pembelian token listrik sesuai dengan daya masing-masing.
Berikut adalah rincian batas maksimal pembelian token listrik berdasarkan daya:
Daya 450 VA* Maksimal pembelian: 324 kWh* Harga per kWh: Rp 415* Total maksimal pembelian: Rp 134.460* Diskon maksimal: Rp 67.230
Daya 900 VA* Maksimal pembelian: 648 kWh* Harga per kWh: Rp 1.352* Total maksimal pembelian: Rp 876.096* Diskon maksimal: Rp 438.048
Daya 1.300 VA* Maksimal pembelian: 936 kWh* Harga per kWh: Rp 1.444,70* Total maksimal pembelian: Rp 1,35 juta* Diskon maksimal: Rp 676.119
Daya 2.200 VA* Maksimal pembelian: 1.584 kWh* Harga per kWh: Rp 1.444,70* Total maksimal pembelian: Rp 2,28 juta* Diskon maksimal: Rp 1,14 juta
Ringkasan Berita:
- Diskon listrik 50% yang berlaku Januari-Februari 2025, token masih bisa digunakan hingga Maret 2025.
- Token yang dibeli selama periode diskon tidak hangus, tetap mengikuti tarif saat pembelian.
- Diskon berlaku untuk pelanggan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.
- Token harus dimasukkan ke meteran sebelum 50 transaksi berikutnya agar tidak kedaluwarsa.
- Diskon pascabayar otomatis mengurangi tagihan pemakaian Januari dan Februari.







