MALANG, Zona Malang – Pasar saham Indonesia kembali mencatat performa yang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penguatan yang cukup signifikan pada perdagangan Rabu (12/3/2025) sore ini.
Berdasarkan data, IHSG ditutup melonjak 119,20 poin atau 1,82 persen ke level 6.665,04. Penguatan ini terjadi pada sesi II perdagangan hari ini. Adapun volume transaksi perdagangan saham mencapai Rp9,8 triliun dari 17,8 miliar saham yang diperdagangkan.
Selain IHSG, indeks-indeks lain juga mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Indeks LQ45 naik 2,17 persen ke 747,93, indeks JII naik 1,63 persen ke 422,81, indeks IDX30 naik 2,16 persen ke 389,56, dan indeks MNC36 naik 2,09 persen ke 294,81.
Dari sisi sektoral, sebagian besar sektor mengalami penguatan. Sektor yang mencatatkan kenaikan di antaranya adalah sektor energi 0,81 persen, konsumer non siklikal 1,30 persen, konsumer siklikal 0,82 persen, keuangan 1,12 persen, infrastruktur 0,41 persen, bahan baku 0,68 persen, industri 0,57 persen, teknologi 5,51 persen, dan kesehatan 0,15 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah sektor properti 0,78 persen.
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi atau masuk dalam kategori top gainers di antaranya adalah PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) yang naik 25 persen ke Rp420, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) yang naik 24,43 persen ke Rp550, dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang naik 24,37 persen ke Rp740.
Di sisi lain, saham-saham yang masuk dalam kategori top losers adalah PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) yang turun 25 persen ke Rp198, PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang turun 24,91 persen ke Rp1.100, dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) yang turun 24,86 persen ke Rp665.
Menurut pengamat pasar modal, penguatan IHSG hari ini menunjukkan bahwa sentimen positif masih mendominasi pergerakan pasar saham Indonesia. Beberapa faktor yang mendorong penguatan ini antara lain adalah kondisi ekonomi yang semakin membaik, kebijakan pemerintah yang mendukung, serta optimisme investor terhadap prospek bisnis di dalam negeri.
“Penguatan IHSG hari ini cukup menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Tentunya, investor perlu tetap memperhatikan faktor-faktor fundamental dan risiko yang ada,” ujar Analis Pasar Modal, Andi Pratama, saat dihubungi Zona Malang.
Meski demikian, Andi mengingatkan bahwa volatilitas pasar saham masih cukup tinggi, sehingga investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG dan indeks lainnya pada perdagangan Rabu (12/3/2025) sore ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik bagi para investor, baik domestik maupun asing. Hal ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang.







