Rahasia Mutasi di Polri yang Bisa Tingkatkan Kinerja, Simak Faktanya!

MALANG, Zona Malang – Pemerhati Kepolisian Poengky Indarti berharap mutasi di Polri dapat meningkatkan kinerjanya. Menurut Poengky, mutasi perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri harus dilakukan dengan personel yang tepat agar dapat meningkatkan prestasi Polri.

Poengky mengapresiasi pengangkatan 10 Polisi Wanita (Polwan) menjadi Kapolres. Ia berharap ke depannya, dapat ditingkatkan jabatan strategis untuk Polwan ini. Meskipun jumlah Polwan masih sedikit, hanya sekitar 5,6 persen dari total 470 ribu anggota Polri, atau sekitar 26 ribu orang.

“Harus diakui jumlah Polwan masih sedikit. Kita melihat dari total 470 ribu anggota Polri. Maka perempuan itu cuma 5,6 persen, jadi ada 26 ribuan,” ujar Poengky.

Poengky berharap personel Polwan perlu ditingkatkan, karena hampir 50 persen penduduk Indonesia adalah perempuan. Menurutnya, kasus-kasus yang terjadi saat ini, seperti kekerasan seksual dan KDRT, korbannya adalah perempuan, sehingga perlu sekali perbanyak Polwan.

Selain itu, Poengky juga mengapresiasi didirikannya Direktorat baru, yakni Perempuan dan Anak (PPA) Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO). Direktorat ini merupakan direktorat baru warisan Kapolri Jenderal Poli Listyo Sigit Prabowo.

“Kita dorong agar supaya direktorat ini dibesarkan. Masing-masing Polda didirikan direktorat itu, kalau bisa sampai ke Polsek,” kata Poengky.

Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi terhadap 1.255 personel pada jajaran perwira tinggi dan perwira menengah. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho mengatakan bahwa mutasi tersebut termuat dalam enam surat telegram yang diterbitkan pada 12 Maret 2025.

“Mutasi ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, ini juga bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalisme anggota,” ujar Sandi Nugroho.

Poengky Indarti berharap mutasi Polri dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme anggota Polri. Ia juga mengapresiasi pengangkatan Polwan menjadi Kapolres dan pembentukan Direktorat baru, PPA dan PPO, yang dianggap dapat membantu menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.

Menurut Poengky, jumlah Polwan yang masih sedikit perlu ditingkatkan, mengingat hampir 50 persen penduduk Indonesia adalah perempuan. Ia berharap Polri dapat terus meningkatkan keterlibatan Polwan dalam berbagai posisi strategis.

Mutasi Polri yang dilakukan secara berkala diharapkan dapat memberikan penyegaran dan pembinaan karier bagi anggota Polri, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dan kinerja Polri dalam melayani masyarakat.