MALANG, Zona Malang – Kampanye terkait perubahan iklim dan lingkungan menjadi semakin penting dilakukan untuk mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama dari kalangan generasi muda. Hal ini disampaikan oleh pegiat Greenpeace Indonesia bidang kampanye partisipasi publik (Public Engagement Campaigner), Faris Ravy.
Faris menjelaskan, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan dalam kampanye lingkungan. Pertama, menyadari kondisi lingkungan dan mengidentifikasi masalah utama yang ingin diselesaikan. Kedua, menjangkau orang-orang yang memiliki kepentingan serupa. Ketiga, menentukan arah kampanye agar jelas tujuannya.
“Kampanye terkait perubahan iklim dan lingkungan sudah sering kami lakukan. Salah satu contoh kegiatan kami adakan adalah 99% Camp, sebuah gerakan melibatkan banyak orang dalam aksi nyata untuk lingkungan,” kata Faris.
Faris menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kampanye lingkungan. Menurutnya, sebagai generasi muda, kita bisa memanfaatkan media sosial seperti X, Instagram, dan TikTok untuk menggalang dukungan dan menyebarkan pesan perubahan.
Meski demikian, Faris menilai partisipasi anak muda dalam gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) di Indonesia telah meningkat, terutama dalam lima hingga tiga tahun terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa masih perlu terus ditingkatkan.
“Kita tidak boleh hanya berhenti pada gaya hidup ramah lingkungan, kesadaran politik juga penting,” ujar Faris.
Diharapkan, dengan semakin banyak pemuda terlibat dalam gerakan lingkungan, akan menghasilkan kebijakan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Karena itu, Greenpeace Indonesia terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, aktivis, dan pemerintah agar perubahan nyata dapat terwujud.
“Kita harus bergerak bersama. Karena masa depan lingkungan ada di tangan kita semua,” tegas Faris.
Lebih lanjut, Faris menjelaskan bahwa Greenpeace Indonesia telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap isu-isu lingkungan. Salah satunya adalah kampanye “99% Camp” yang melibatkan banyak orang dalam aksi nyata untuk lingkungan.
Menurutnya, kampanye lingkungan yang efektif harus dimulai dari menyadari kondisi lingkungan dan mengidentifikasi masalah utama yang ingin diselesaikan. Langkah selanjutnya adalah menjangkau orang-orang yang memiliki kepentingan serupa dan menentukan arah kampanye yang jelas.
“Sebagai generasi muda, kita memiliki peran penting dalam gerakan lingkungan. Kita bisa memanfaatkan media sosial untuk menggalang dukungan dan menyebarkan pesan perubahan,” jelas Faris.
Meskipun partisipasi anak muda dalam gaya hidup berkelanjutan di Indonesia telah meningkat, Faris menegaskan bahwa masih perlu terus ditingkatkan. Kesadaran politik juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
“Kita harus bergerak bersama, baik masyarakat, aktivis, maupun pemerintah, agar perubahan nyata dapat terwujud. Karena masa depan lingkungan ada di tangan kita semua,” pungkas Faris.







