Mahasiswa Dapat Pinjaman Baru, Ini Kata Mendiktisaintek

MALANG, Zona Malang – Pemerintah sedang merancang sebuah lembaga peminjaman dana bagi mahasiswa. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, lembaga ini nantinya khusus membantu mahasiswa yang kesulitan membayar kuliah.

“Ini kita sedang kaji. Kita berharap bisa cepat sehingga barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima,” kata Brian usai acara penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2025 di Graha Diktiristek, Jakarta, dikutip Minggu (16/3/2025).

Ia memastikan, kajian tersebut dilakukan secara serius. “Semoga bisa cepat kita realisasikan,” ucapnya. Ia berharap, lembaga ini dapat meringankan para mahasiswa. Dalam kajian tersebut, ia turut mengajak masyarakat terlibat dalam perancangan lembaga tersebut.

“Ini kita sedang merumuskan. Jadi bagaimana kita bisa mengajak partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya, membuat satu lembaga nanti lembaga ini memberikan pinjaman,” katanya. Menurutnya, pelibatan masyarkat ini dimaksudkan sebagai sumber dana atau layaknya pengumpulan dana pada sistem crowdfunding. “Tapi ini sifatnya dipinjamkan,” ujarnya.

Di mana nantinya, mahasiswa baru akan mengembalikan dana yang dipinjamkan ketika sudah lulus. Sehingga para mahasiswa dengan kondisi ekonomi rendah dapat menerima dana pinjaman tersebut. “Kita berharap bisa cepat sehingga nanti barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima. Tapi ini kita sedang kaji secara serius,” ujarnya, menekankan.

Rencana Pemerintah untuk Membentuk Lembaga Peminjaman Dana Bagi MahasiswaPemerintah sedang merancang sebuah lembaga peminjaman dana bagi mahasiswa yang kesulitan membayar kuliah. Menurut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, lembaga ini nantinya akan membantu mahasiswa yang kondisi ekonominya sedikit di atas batas penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Ini kita sedang kaji. Kita berharap bisa cepat sehingga barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima,” kata Brian usai acara penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2025 di Graha Diktiristek, Jakarta, dikutip Minggu (16/3/2025).

Kajian terhadap rencana pembentukan lembaga ini, lanjut Brian, dilakukan secara serius. Ia berharap lembaga ini dapat segera direalisasikan. “Semoga bisa cepat kita realisasikan,” ucapnya.

Dalam proses perumusan lembaga ini, pemerintah juga akan melibatkan partisipasi masyarakat. “Ini kita sedang merumuskan. Jadi bagaimana kita bisa mengajak partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya, membuat satu lembaga nanti lembaga ini memberikan pinjaman,” kata Brian.

Partisipasi masyarakat ini dimaksudkan sebagai sumber dana atau layaknya pengumpulan dana pada sistem crowdfunding. “Tapi ini sifatnya dipinjamkan,” jelas Brian.

Nantinya, mahasiswa yang meminjam dana dari lembaga ini akan mengembalikan pinjaman tersebut setelah lulus. Sehingga, mahasiswa dengan kondisi ekonomi rendah dapat mengakses dana pinjaman ini.

“Kita berharap bisa cepat sehingga nanti barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima. Tapi ini kita sedang kaji secara serius,” tegas Brian.

Rencana Pembentukan Lembaga Peminjaman Dana Bagi Mahasiswa, Pemerintah Ajak Masyarakat TerlibatMALANG, Zona Malang – Pemerintah sedang merancang sebuah lembaga peminjaman dana bagi mahasiswa yang kesulitan membayar kuliah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, lembaga ini nantinya akan membantu mahasiswa yang kondisi ekonominya sedikit di atas batas penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Ini kita sedang kaji. Kita berharap bisa cepat sehingga barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima,” kata Brian usai acara penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2025 di Graha Diktiristek, Jakarta, dikutip Minggu (16/3/2025).

Kajian terhadap rencana pembentukan lembaga ini, lanjut Brian, dilakukan secara serius. Ia berharap lembaga ini dapat segera direalisasikan. “Semoga bisa cepat kita realisasikan,” ucapnya.

Dalam proses perumusan lembaga ini, pemerintah juga akan melibatkan partisipasi masyarakat. “Ini kita sedang merumuskan. Jadi bagaimana kita bisa mengajak partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya, membuat satu lembaga nanti lembaga ini memberikan pinjaman,” kata Brian.

Partisipasi masyarakat ini dimaksudkan sebagai sumber dana atau layaknya pengumpulan dana pada sistem crowdfunding. “Tapi ini sifatnya dipinjamkan,” jelas Brian.

Nantinya, mahasiswa yang meminjam dana dari lembaga ini akan mengembalikan pinjaman tersebut setelah lulus. Sehingga, mahasiswa dengan kondisi ekonomi rendah dapat mengakses dana pinjaman ini.

“Kita berharap bisa cepat sehingga nanti barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima. Tapi ini kita sedang kaji secara serius,” tegas Brian.

Selain itu, Brian juga berharap, lembaga ini dapat meringankan beban para mahasiswa. Ia menegaskan, pembentukan lembaga ini dilakukan secara serius oleh pemerintah.

“Ini kita sedang merumuskan. Jadi bagaimana kita bisa mengajak partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya, membuat satu lembaga nanti lembaga ini memberikan pinjaman,” kata Brian.

Menurut Brian, partisipasi masyarakat ini dimaksudkan sebagai sumber dana atau layaknya pengumpulan dana pada sistem crowdfunding. Namun, dana yang diberikan kepada mahasiswa bersifat pinjaman yang harus dikembalikan setelah lulus.

“Tapi ini sifatnya dipinjamkan,” jelas Brian. Sehingga, mahasiswa dengan kondisi ekonomi rendah dapat mengakses dana pinjaman ini dan meringankan beban biaya kuliah mereka.

“Kita berharap bisa cepat sehingga nanti barangkali ada yang sedikit kondisi ekonominya di atas batas penerima KIP kan gak bisa menerima. Tapi ini kita sedang kaji secara serius,” pungkas Brian.