MALANG, Zona Malang – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali penjurusan di Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Kebijakan ini akan memulihkan penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa yang sebelumnya dihapuskan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) 2019-2024, Nadiem Makarim.
Dalam acara halal bihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (11/4/2025), Mu’ti mengungkapkan bahwa penjurusan akan dihidupkan kembali. “Ini bocoran, jurusan akan kita hidupkan lagi. Jadi nanti akan ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa,” katanya.
Selain itu, Mu’ti menjelaskan bahwa penjurusan tersebut juga akan menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di tingkat perguruan tinggi. “Nanti akan mulai diuji coba diberlakukan pada murid jenjang kelas 12 atau kelas 3 SMA. Yakni pada bulan November tahun ini,” ungkapnya.
Dalam TKA nanti, Mu’ti menyatakan bahwa akan ada mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh siswa dari ketiga jurusan, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, serta mata pelajaran khusus jurusan. Siswa dengan penjurusan IPA dapat memilih tambahan tes Fisika, Kimia, atau Biologi, sedangkan siswa dengan penjurusan IPS dapat mengambil tambahan tes Ekonomi, Sejarah, dan mata pelajaran lain yang ada dalam rumpun ilmu sosial.
“Dengan cara seperti itu, kemampuan akademik seseorang akan menjadi landasan ketika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi di jurusan tertentu. Jadi, bisa dilihat dari nilai kemampuan akademiknya,” jelas Mu’ti.
Menurut Mu’ti, penjurusan yang dihapuskan pada era Mendikbudristek Nadiem Makarim dianggap mencerminkan azas ketidakadilan karena rata-rata orang tua akan memilih memasukkan anaknya ke jurusan IPA. Namun, dengan adanya penjurusan yang akan dihidupkan kembali, diharapkan dapat membantu para siswa untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Selain itu, Mu’ti juga menyampaikan bahwa TKA akan berbasis mata pelajaran untuk membantu para pihak, terutama bagi siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. “Nah, karena tesnya berbasis mata pelajaran sehingga ke depan ini jurusan akan kami hidupkan lagi. Jadi, nanti akan ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa,” jelasnya.
Dengan adanya rencana ini, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penjurusan yang akan dihidupkan kembali diharapkan dapat membantu siswa untuk memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, serta mendukung keberhasilan mereka dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sementara itu, beberapa pihak juga memberikan tanggapan terkait rencana penjurusan ini. Salah satu guru SMA di Malang, Siti Khadijah, menyatakan bahwa penjurusan dapat memberikan dampak positif bagi siswa. “Dengan adanya penjurusan, siswa dapat lebih fokus dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakatnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Komisi X DPR RI, Arif Wibowo, mengapresiasi rencana Mendikdasmen untuk menghidupkan kembali penjurusan di SMA. “Ini merupakan langkah yang tepat untuk mempersiapkan siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penjurusan akan membantu siswa untuk lebih fokus dan terarah dalam memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya,” tegas Arif.
Dengan berbagai tanggapan positif dari berbagai pihak, rencana Mendikdasmen untuk menghidupkan kembali penjurusan di SMA diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi sistem pendidikan di Indonesia. Siswa akan memiliki kesempatan untuk memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, sehingga dapat mendukung keberhasilan mereka dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.







