Penculikan Tersangka, Dokter Kandungan Garut Mangkir Diperiksa

MALANG, Zona Malang – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengambil langkah tegas terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan. Ketua Umum POGI, Prof. Yudi Mulyana, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil dokter yang bersangkutan sebanyak tiga kali untuk dimintai klarifikasi.

Menurut Prof. Yudi, POGI cabang Jawa Barat telah melakukan pemanggilan terhadap dokter tersebut untuk melakukan investigasi dan klarifikasi atas bentuk pelanggaran yang dilakukan. Namun, sayangnya, dokter yang bersangkutan tidak hadir dalam pemanggilan tersebut.

Kasus ini sebenarnya sudah lama terjadi dan telah ditangani oleh Dinas Kesehatan setempat. Namun, POGI menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu-ragu untuk memberikan sanksi tegas bagi pelaku yang terbukti melanggar etika dan disiplin profesi.

“PP POGI juga akan melakukan koordinasi dengan IDI Wilayah Jawa Barat, Dinas Kesehatan Jawa Barat, dan Polda Jawa Barat. PP POGI akan membantu dan mengawal proses hukum agar tidak terulang hal-hal seperti ini (efek jera/upaya preventif),” tegas Prof. Yudi.

POGI berkomitmen untuk mengawal proses hukum yang dilakukan oleh Polres Garut. Terbaru, pihak kepolisian diketahui sudah memeriksa lima saksi di klinik Karya Harsa Garut. Pihak kepolisian juga telah membentuk tim khusus untuk mencari pelaku dan membuka posko pengaduan di Polres Garut bagi korban lain yang dianggap sebagai kekerasan seksual.

Sebelumnya, beredar video CCTV di sebuah klinik kandungan yang menggambarkan seorang dokter kandungan sedang melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) kepada ibu hamil. Dalam video tersebut, terlihat hanya dokter dan ibu hamil tanpa ada pendamping atau perawat di sampingnya. Kondisi sepi seperti ini dimanfaatkan dokter tersebut untuk melecehkan pasiennya saat USG berlangsung.

POGI menegaskan bahwa mereka akan membantu dan mengawal proses hukum agar tidak terjadi lagi kasus serupa. Mereka berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tenaga medis agar tidak menyalahgunakan kepercayaan pasien.

Dalam perkembangan terbaru, POGI juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan koordinasi dengan IDI Wilayah Jawa Barat, Dinas Kesehatan Jawa Barat, dan Polda Jawa Barat untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik. Mereka berharap agar kasus ini dapat segera terselesaikan dan memberikan efek jera bagi pelaku.

Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak ragu-ragu untuk melaporkan segala bentuk tindakan pelecehan atau kekerasan seksual yang dilakukan oleh tenaga medis. POGI menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya untuk menjaga integritas profesi dan melindungi hak-hak pasien.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan penegakan disiplin profesi di kalangan tenaga medis. POGI berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak terkait untuk meningkatkan standar etika dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan.