MALANG, Zona Malang – Perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump ternyata berdampak signifikan bagi Indonesia. Sebagai salah satu negara yang terkena imbas, Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan berat di sektor industri padat karya seperti tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakui bahwa masalah tarif Trump ini akan memberikan dampak berat bagi Indonesia. Prabowo menyatakan, industri-industri yang terkena imbas merupakan sektor padat karya, namun pemerintah akan berusaha mencari jalan keluar dan membuka pasar baru.
“Ini berat, karena ini masalah padat karya, tetapi kita akan cari jalan keluar, kita berani mencari pasar baru,” ujar Prabowo Subianto.
Kebijakan tarif impor yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada Maret 2018 lalu, atau yang dikenal sebagai “Tarif Trump”, ditujukan bagi berbagai negara, termasuk China, Uni Eropa, Vietnam, Taiwan, Jepang, India, Korea Selatan, Thailand, Swiss, Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Inggris. Kebijakan ini pun kemudian disebut sebagai “Perang Dagang Global”.
Indonesia sendiri berada di urutan kesepuluh negara yang terkena dampak Tarif Trump, sementara China berada di urutan pertama. Tarif Trump ini menaikkan pajak perdagangan ekspor sebesar 32% untuk Indonesia dan China.
Nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat selama ini mencapai 64%, sedangkan ekspor China ke Amerika sebesar 67%. Hal ini menunjukkan bahwa kedua negara memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasar Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, selama ini Indonesia telah menjadi “murid yang setia” dan “paling loyal” terhadap Amerika Serikat. Namun, kini saatnya bagi Indonesia untuk “dewasa” dan “bangun” dari ketergantungan tersebut.
“Selama ini kita murid yang setia. Paling setia, paling loyal. Sekarang kita harus dewasa, harus bangun,” ungkap Prabowo.
Prabowo mengingatkan, bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, karena suatu saat nanti “tidak ada yang akan membantu kita” kecuali diri kita sendiri. Inilah realita bahwa setiap negara harus mengurus dirinya sendiri.
Tarif Trump seakan menjadi momentum bagi Indonesia untuk berubah dan mencari pasar baru. Presiden Prabowo menyatakan, Indonesia harus berani mencari pasar baru dan tidak lagi terlalu bergantung pada Amerika Serikat.
Hal ini sejalan dengan banyak rekam jejak digital Prabowo yang sebelumnya telah mengingatkan akan kondisi yang mencemaskan ini. Prabowo mengingatkan, bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, karena suatu saat nanti “tidak ada yang akan membantu kita” kecuali diri kita sendiri.







