Perempuan Hadapi Kekerasan Kompleks, Bappenas Gerak Cepat Lindungi

MALANG, Zona Malang – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Menurut Bappenas, tantangan yang dihadapi perempuan kian kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah.

Koordinator Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender, Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Bappenas, Qurrota Ayun, menyebut bahwa bentuk kekerasan terhadap perempuan kini tak hanya sebatas fisik atau seksual. “Sekarang bentuk-bentuk kekerasan betul-betul kompleks,” ujarnya dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (21/4/2025).

Qurrota mengungkapkan bahwa perempuan juga mengalami kekerasan emosional dan ekonomi di dalam keluarga. Di sisi lain, era digital telah memunculkan bentuk kekerasan siber, seperti penyebaran foto atau video tanpa izin serta komentar bernuansa pelecehan di media sosial.

“Ini karena tingginya penggunaan teknologi, medsos, dan AI, banyak sekali kejahatan yang terjadi,” ujarnya menjelaskan. Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan penguatan regulasi untuk melindungi perempuan dari ancaman kekerasan siber yang semakin marak.

Qurrota mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. Ia menilai kebijakan yang diterapkan tidak hanya tegas, tetapi juga memiliki pendekatan yang menyeluruh.

“Regulasinya juga sudah jelas, komitmennya kuat, dan pendekatannya tidak hanya pada penanganan, tapi juga pencegahan yang betul-betul diperkuat,” katanya. Ia mendorong korban kekerasan untuk berani melapor, serta mengajak masyarakat yang mengetahui kekerasan agar tidak takut turut melaporkan.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga menyerukan pentingnya pemberdayaan perempuan. Asisten Deputi KemenPPPA, Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati, mengatakan bahwa perempuan harus mampu mematahkan diskriminasi yang masih terjadi di masyarakat.

“Kita ingin perempuan di Indonesia dapat menjadi perempuan berdaya. Juga mampu mengakhiri kekerasan serta perdagangan orang,” ujar Dewa Ayu.

Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi perempuan semakin kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan yang komprehensif.

“Kami akan mengoptimalkan segala upaya, baik melalui regulasi, program, maupun koordinasi lintas kementerian/lembaga, untuk memastikan perempuan di Indonesia terlindungi dan berdaya,” ujar Suharso.

Selain itu, Bappenas juga akan mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor. Hal ini diyakini dapat memperkuat posisi tawar perempuan dan mempercepat tercapainya kesetaraan gender di Indonesia.

“Kami yakin, dengan komitmen yang kuat dan tindakan konkret, kita dapat mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan setara bagi seluruh warga, termasuk perempuan,” pungkas Suharso.