MALANG, Zona Malang – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan perhatian khusus bagi para jurnalis dan wartawan yang kerap meliput di kantor kementerian. Kemkomdigi menyediakan fasilitas press room yang dapat digunakan selama 24 jam oleh para wartawan untuk dijadikan ruang kerja mereka.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa fasilitas ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran wartawan dalam membantu menyebarkan informasi terkait kebijakan-kebijakan Kemkomdigi kepada masyarakat. “Hari ini kita akan lakukan adalah untuk secara simbolik memberikan atau menyerahkan ID card secara resmi kepada teman-teman wartawan yang sudah sangat aktif di Kementerian Komdigi, baik membantu kami dalam rangka transparansi publik, ataupun juga mengakses informasi yang ada di kantor ini,” ujar Meutya.
Meutya menjelaskan, dengan menggunakan kartu ID resmi yang diterbitkan oleh Biro Humas Kemkomdigi, para wartawan dapat mengakses fasilitas press room selama 24 jam. Fasilitas ini dilengkapi dengan meja kerja, listrik, pendingin udara, dan akses internet nirkabel sehingga dapat dimanfaatkan oleh para wartawan untuk bekerja, melakukan riset, atau beristirahat.
Selain itu, untuk meningkatkan diseminasi informasi kepada publik, Kemkomdigi juga akan menyelenggarakan kegiatan rutin setiap hari Jumat yang disebut ‘Ngopi Bareng’ dengan menghadirkan narasumber dari Menteri, Wakil Menteri, atau jajaran Dirjen. “Setiap hari Jumat insya Allah akan ada Ngopi Bareng sama teman-teman wartawan, nanti kita gilir, kadang Menteri, kadang Pak Wamen, kadang nanti dipimpin oleh Dirjen-Dirjen kami,” tambah Meutya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, berharap fasilitas press room ini dapat membantu wartawan yang kerap bekerja di luar jam kerja kantor. “Kita ini kan kadang-kadang nyaris enggak ada waktunya dalam bekerja ya, meskipun teorinya working hours, tapi wartawan biasanya pasti nabrak gitu ya, bisa sampai tengah malam kalau ada event-event yang harus diliput, jadi fasilitas yang disediakan oleh Kementerian, akses yang 24 jam ini, semoga bisa menunjang kerja profesional rekan-rekan semua dan manfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Nezar.
Inisiatif Kemkomdigi dalam menyediakan fasilitas press room dan menggelar kegiatan ‘Ngopi Bareng’ ini merupakan upaya untuk mendukung kerja para wartawan serta meningkatkan transparansi dan diseminasi informasi kepada masyarakat. Dengan adanya fasilitas dan kolaborasi yang baik antara Kemkomdigi dan wartawan, diharapkan dapat terjalin sinergi yang saling menguntungkan bagi kepentingan publik.
Selain itu, Kemkomdigi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan akses informasi bagi para wartawan. Hal ini sejalan dengan peran Kemkomdigi sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengawasi sektor komunikasi dan informatika di Indonesia.
Meutya Hafid menegaskan, Kemkomdigi akan senantiasa terbuka dan kolaboratif dalam mendukung tugas pers di Indonesia. “Dengan kartu ID ini, teman-teman punya akses 24 jam, akses internetnya ada selama 24 jam, jadi kami silakan,” ucap Meutya.
Inisiatif Kemkomdigi ini mendapat apresiasi dari para wartawan yang terlibat. Mereka berharap fasilitas press room dan kegiatan ‘Ngopi Bareng’ dapat semakin meningkatkan kualitas kerja jurnalistik dan penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat.
Nezar Patria mengungkapkan, “Kita ini kan kadang-kadang nyaris enggak ada waktunya dalam bekerja ya, meskipun teorinya working hours, tapi wartawan biasanya pasti nabrak gitu ya, bisa sampai tengah malam kalau ada event-event yang harus diliput, jadi fasilitas yang disediakan oleh Kementerian, akses yang 24 jam ini, semoga bisa menunjang kerja profesional rekan-rekan semua dan manfaatkan semaksimal mungkin.”
Dengan adanya dukungan dan fasilitas yang disediakan oleh Kemkomdigi, para wartawan diharapkan dapat bekerja dengan lebih optimal dalam menyampaikan informasi yang akurat dan faktual kepada masyarakat. Kolaborasi yang baik antara Kemkomdigi dan pers akan menjadi kunci dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di sektor komunikasi dan informatika Indonesia.







