MALANG, Zona Malang – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem komunikasi pemerintah dengan menerbitkan 180 kartu identitas atau ID Card khusus untuk wartawan dari 68 media nasional dan internasional.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa ID Card ini merupakan bentuk transparansi Kemkomdigi dalam mendukung terciptanya jurnalisme berkualitas di Indonesia. “Dengan pendataan resmi melalui ID, wartawan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas kerja di Kementerian Komdigi, termasuk ruang kerja, jaringan internet, dan sarana pendukung liputan lainnya,” ujar Menkomdisi dalam jump apers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, pada Jumat (9/5/2025).
Langkah ini selaras dengan kebijakan kementerian dalam memperkuat akses informasi yang tertata, aman, dan profesional. Selain pembagian lanyard ID Card, Kemkomdigi juga meluncurkan program rutin Ngopi Bareng Wartawan yang digelar setiap Jumat. Agenda ini akan diisi bergiliran oleh narasumber Menteri, Wakil Menteri, atau para Direktur Jenderal dan pejabat setingkat sebagai ruang diskusi informal, berbagi informasi strategis, sekaligus menyerap masukan dari media.
“Kami ingin memastikan ada saluran komunikasi yang terjaga setiap pekan, agar kerja-kerja informasi publik makin efektif,” tutur Meutya. Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa ID wartawan ini bukan hanya kartu akses menuju ruang wartawan (press room), tetapi juga sebagai bagian dari sistem penguatan transparansi kelembagaan.
Dengan pendataan yang jelas, Kemkomdigi memastikan keamanan, ketertiban, sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik sesuai mandat undang-undang. Wartawan yang terdaftar dapat mengakses berbagai layanan informasi tanpa hambatan administratif, memperlancar arus komunikasi antara pemerintah dan publik.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menambahkan bahwa kementerian menyiapkan fasilitas pendukung bagi wartawan yang kerap bekerja melampaui jam kerja formal, seperti meja kerja, loker barang, hingga akses internet 24 jam yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Fasilitas ini kami harapkan bisa menunjang kerja profesional rekan-rekan jurnalis — baik untuk riset, penulisan, maupun mempersiapkan peliputan,” pungkas Nezar Patria.
Langkah strategis Kemkomdigi ini menunjukkan komitmen kementerian untuk menjadi mitra strategis media, menciptakan ruang kerja yang profesional, aman, dan mendukung bagi para jurnalis. Dengan berbagai fasilitas dan program yang disediakan, diharapkan dapat memperkuat ekosistem komunikasi pemerintah dan meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Meutya Hafid juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. “Kami berharap kerja sama yang erat antara pemerintah dan media dapat terus terjalin, sehingga transparansi dan akuntabilitas dapat terwujud,” pungkas Menkomdigi.
Selain itu, Nezar Patria juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang telah bekerja keras dalam menyampaikan informasi kepada publik. “Kami menghargai dedikasi dan profesionalitas rekan-rekan jurnalis, dan berharap fasilitas yang kami sediakan dapat membantu meningkatkan kinerja mereka,” ujar Wamenkomdigi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kemkomdigi berharap dapat memperkuat ekosistem komunikasi pemerintah, meningkatkan kualitas jurnalisme, dan mendorong terciptanya iklim keterbukaan informasi yang lebih baik di Indonesia.







