Rahasia Dibalik Kolaborasi Multipihak yang Perkuat Citra Indonesia di Mata Dunia

MALANG, Zona Malang – Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam World Expo 2025 yang akan diselenggarakan di Osaka, Jepang. Ini merupakan partisipasi Indonesia yang ke-8 kali dalam gelaran lima tahunan tersebut.

Kepala Biro Humas, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Ardian Budhi Nugroho, menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam World Expo 2025 bertujuan untuk memperkuat nation branding Indonesia di mata dunia. Ajang ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk mempromosikan investasi, perdagangan, dan pariwisata, serta memperkuat hubungan bilateral dengan Jepang dan negara lain.

“Tidak hanya menjadi etalase keberagaman dan kemajuan bangsa, kehadiran Paviliun Indonesia juga menjadi pusat dialog dan kolaborasi lintas sektor,” kata Ardian.

Melalui setiap forum bisnis, pertunjukan budaya, dan rolling exhibition, Indonesia menunjukkan semangat kegotongroyongan, kearifan dalam memelihara dan memajukan seni budaya, serta keterbukaan untuk menjalin kolaborasi yang luas untuk mendukung terwujudnya masa depan Indonesia sebagai negara yang maju, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka melibatkan kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat dan daerah, swasta, asosiasi, komunitas kreatif, hingga individu yang menaruh perhatian untuk pemajuan budaya, pelestarian alam, dan transformasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 269 Tahun 2023, Kementerian PPN/Bappenas ditunjuk sebagai Responsible National Authority (RNA) yang bertugas mengkoordinasikan dan memastikan kesuksesan partisipasi Indonesia di ajang global ini.

Proses persiapan World Expo 2025 Osaka sudah dimulai sejak tahun 2022, dengan pembangunan Paviliun Indonesia di atas lahan seluas 1.750 m2, pengisian interior dan penyiapan konten termasuk penyiapan film, yang dilaksanakan pada tahun 2024-2025. Pengelolaan Paviliun Indonesia dan penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti business forum, one-on-one meeting, rolling exhibition, dan cultural performance akan dilaksanakan selama enam bulan, yaitu April-Oktober 2025.

Persiapan dan penyelenggaraan partisipasi Pemerintah Indonesia melalui Paviliun Indonesia didukung pendanaan APBN yang dianggarkan setiap tahun (2022-2025). Besaran anggaran ini tidak bisa dibandingkan dengan anggaran tahunan satu kementerian, karena merupakan satu siklus keseluruhan partisipasi di World Expo 2025 Osaka.

Pembangunan kolaborasi dalam penyiapan dan penyelenggaraan berbagai kegiatan di Paviliun Indonesia juga menjadi misi dari partisipasi Pemerintah Indonesia di World Expo 2025 Osaka. Dukungan yang berasal dari berbagai pihak, seperti Astra International, KAPPI, Royal Golden Eagle, Artha Graha Peduli, Indofood, Japfa, dan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF), telah meningkatkan kemampuan presentasi Paviliun Indonesia sehingga mampu menarik pengunjung lebih dari 500.000 orang di hari ke-39 penyelenggaraan.

“Salah satu kontribusi yang signifikan adalah komitmen DHF yang dengan pembiayaan sendiri telah membantu mengkurasi desain pameran dan kegiatan seperti rolling exhibiton dan cultural performance sehingga Paviliun Indonesia mampu menunjukkan kekayaan dan keunggulan seni budaya, serta pemajuannya di ajang internasional,” pungkas Ardian.

Dengan partisipasi ini, Indonesia berharap dapat memperkuat citra dan reputasi Indonesia di tingkat global, serta meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai negara dan pemangku kepentingan internasional.