Bantuan Daging Kurban Kemkominfo: Siapa Saja 2.000 Penerima Beruntung Ini?

MALANG – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menunjukkan komitmennya dalam mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial dengan membagikan daging kurban kepada 2.000 mustahik di lingkungan kementerian. Langkah mulia ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah (H), yang menjadi momentum penting untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan kepada sesama. Penerima daging kurban ini meliputi petugas keamanan, pengemudi, tenaga kebersihan, pegawai non-ASN, serta pegawai golongan I dan II yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung operasional harian kementerian. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para penerima manfaat dan memberikan semangat baru dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Kemkomdigi Tebar Kebaikan Idul Adha, 2.000 Mustahik Terima Berkah Daging Kurban

Aksi sosial ini bukan hanya sekadar pembagian daging kurban, tetapi juga merupakan wujud nyata dari komitmen Kemkomdigi dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di lingkungan kerja. Semangat berbagi dan menguatkan sesama menjadi landasan utama dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil oleh kementerian. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih harmonis, saling mendukung, dan penuh dengan rasa kekeluargaan. Kemkomdigi menyadari bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari pencapaian target dan kinerja, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian terhadap kesejahteraan para pegawainya.

Menkomdigi Meutya Hafid: Kurban Momentum Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada panitia di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, pada Kamis (5/6/2025). Dalam sambutannya, Meutya menyampaikan rasa syukur atas semangat berbagi yang terus tumbuh di tengah-tengah masyarakat. “Alhamdulillah, semangat untuk berbagi dan menguatkan sesama ini bisa terus tumbuh di tengah kita. Mari kita jaga nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian ini agar terus tumbuh dalam setiap keputusan yang kita ambil. Karena dari kesederhanaan niat dan keikhlasan tindakan, lahir kekuatan yang memperkuat kita sebagai satu keluarga besar,” ujarnya dengan penuh semangat. Meutya juga menekankan bahwa kurban bukan hanya sekadar ibadah individual, tetapi juga sebagai sarana untuk meneguhkan kebersamaan dan penguatan solidaritas di lingkungan kerja.

Wamenkomdigi Dukung Penuh Program Kurban, Bukti Tanggung Jawab Sosial

Dalam acara penyerahan kurban tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid didampingi oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria serta Wamenkomdigi Bidang Infrastruktur Digital Angga Raka Prabowo. Kehadiran para pimpinan kementerian ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program kurban dan komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan para pegawai. Wamenkomdigi Nezar Patria menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemkomdigi untuk meningkatkan kualitas hidup para pegawai dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Sementara itu, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo berharap agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga lain untuk melakukan hal serupa.

Peningkatan Jumlah Hewan Kurban, Bukti Gotong Royong Sivitas Kemkomdigi

Meutya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemkomdigi, atas kerja keras dan dedikasi dalam menyelenggarakan kurban tahun 1446 H. Ia mengungkapkan rasa bangga karena jumlah hewan kurban yang disalurkan meningkat menjadi 12 ekor sapi dari sebelumnya 10 pada tahun lalu. Peningkatan ini merupakan hasil dari kontribusi gotong royong seluruh sivitas Kemkomdigi, yang menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi. “Penyerahan hewan kurban yang kita laksanakan adalah bentuk komitmen kita bersama terhadap nilai kebersamaan, nilai keikhlasan, dan juga tanggung jawab sosial kita selaku pejabat publik di lingkungan Komdigi,” tegas Meutya.

Makna Spiritual Ibadah Kurban: Ketaatan Tanpa Syarat dan Pengorbanan

Dalam kesempatan itu, Meutya juga menekankan makna spiritual dari ibadah kurban dengan merujuk pada Surah Ash-Shaffat ayat 102, yang mengisahkan keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah Swt. “Dari kisah itu kita belajar bahwa keimanan sejati tidak diukur dari kata-kata, tetapi dari kesanggupan hati untuk taat tanpa syarat. Kurban mengajarkan ketundukan, pengorbanan, dan kesediaan untuk melepas apa yang paling kita cintai demi memenuhi perintah Allah Swt,” jelas Menkomdigi dengan penuh penghayatan. Ia mengajak seluruh pegawai Kemkomdigi untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam kehidupan sehari-hari, dengan selalu mengutamakan ketaatan kepada Allah Swt dan berani berkorban demi kepentingan orang lain.

Kurban Sebagai Bagian Budaya Sosial, Tanamkan Empati dan Kepedulian

Meutya menggarisbawahi bahwa ibadah kurban telah menjadi bagian dari budaya sosial sejak Islam hadir di Nusantara dan mengajak seluruh pegawai Kemkomdigi untuk terus menanamkan semangat empati dan kepedulian dalam setiap tindakan dan kebijakan. Ia berharap agar pelaksanaan kurban berjalan dengan amanah dan membawa berkah bagi seluruh keluarga besar Kemkomdigi. “Semoga Allah Swt menerima amal ibadah kita semua, memberi berkah bagi kita dan seluruh keluarga besar Kementerian Komunikasi dan Digital. Mari kita terus jaga semangat kebersamaan. Kepedulian adalah fondasi dari lingkungan kerja yang sehat dan saling mendukung,” tutup Menkomdigi dengan penuh harap.