MALANG – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)! Bank Negara Indonesia (BNI) kembali mencairkan dana Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk periode Juni 2024. Setelah sempat menunggu, banyak KPM yang melaporkan telah menerima dana sebesar Rp600.000 langsung ke rekening masing-masing. Tentu saja, hal ini menjadi angin segar bagi mereka yang sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pencairan dana BPNT ini dilakukan secara bertahap, jadi bagi masyarakat yang belum menerima, disarankan untuk rutin mengecek saldo rekening BNI. Pemerintah melalui Bank BNI terus berupaya mempercepat penyaluran bansos, dengan prioritas diberikan kepada KPM yang datanya sudah lengkap dan valid di sistem. Jangan khawatir jika belum cair, karena proses penyaluran masih terus berlangsung.
Selain BNI, bank penyalur lain seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri juga terus menggenjot penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT. Hingga saat ini, progres penyaluran bervariasi di setiap bank, tergantung pada kesiapan data dan kelengkapan administrasi penerima di masing-masing daerah.
Sebagai gambaran, BSI telah menyalurkan 50% bantuan sembako, sementara data PKH masih dalam proses pengumpulan. BRI mencatat progres 57% untuk PKH dan 51% untuk bantuan sembako. BNI sendiri telah mencairkan 69% dana sembako dan 65% dana PKH (data sebelum pembaruan terbaru). Bank Mandiri menyalurkan 61% dana PKH dan penyaluran sembako masih berlangsung dengan progres sekitar 56%.
“Alhamdulillah, akhirnya cair juga! Sudah lama nunggu buat beli kebutuhan sehari-hari,” ujar Ibu Aminah, salah seorang KPM di Malang, menyambut gembira pencairan dana BPNT ini.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan, diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik. Pastikan data Anda di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) sudah diperbarui agar tidak termasuk dalam daftar gagal salur. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru seputar bansos melalui kanal resmi seperti YouTube CEK BANSOS atau melalui aplikasi dan laman resmi Kementerian Sosial (kemensos.go.id) dan dinas sosial daerah setempat (dinsos.jakarta.go.id). Dengan informasi yang akurat, diharapkan tidak ada lagi kebingungan dan keresahan di masyarakat.







