MALANG – Suasana di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Malang tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu (19/7) kemarin. Aroma cat minyak dan akrilik menguar di udara, menggantikan suasana formal kepolisian.
Sebanyak 101 seniman lukis dari berbagai kota di Pulau Jawa berkumpul di Lapangan Tenis Mapolres, mengubahnya menjadi galeri seni terbuka dalam ajang Lomba Melukis untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79.
Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P. S., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis dan kreatif. Acara ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sebuah ajang silaturahmi yang edukatif dan partisipatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir saat masyarakat mengalami masalah, tapi juga hadir di ruang yang lebih inklusif, menyatu lewat seni, kreativitas, dan pesan-pesan positif,” ungkap AKBP Danang dalam sambutannya.
Dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, para peserta diberi kebebasan untuk menuangkan interpretasi mereka tentang hubungan antara aparat kepolisian dan warga melalui goresan kuas di atas kanvas. Kapolres pun mengapresiasi antusiasme dan daya cipta yang ditampilkan para seniman.
“Dari yang kami lihat, para peserta saling unjuk kreativitas melalui lukisan, ini sangat luar biasa,” tambahnya.
Daya tarik kompetisi ini terbukti mampu mengundang seniman dari berbagai daerah. Peserta tidak hanya datang dari Malang Raya, tetapi juga dari luar kota seperti Sleman, Yogyakarta, Surabaya, Pekalongan, Lamongan, Mojokerto, Kediri, hingga Magelang.
Kehadiran mereka menjadikan acara ini sebagai wadah silaturahmi berskala regional yang mempererat ikatan antar komunitas seni dan kepolisian.







