Zona Malang, Malang – Gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan menandai puncak perhelatan akbar Malang Youth Festival 2025 yang digelar pada Sabtu (9/8) malam. Ajang yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bersama Universitas Negeri Malang (UM) ini menjadi panggung bagi para pemuda-pemudi terbaik untuk unjuk gigi dalam tiga kategori bergengsi.
Tidak hanya itu, acara ini sukses mencuri perhatian dunia dengan kehadiran 31 delegasi negara, menjadikannya etalase promosi Kota Malang di kancah internasional.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan wujud nyata dari program unggulan ‘Ngalam Ayik’, sebuah inisiatif untuk menggairahkan potensi pariwisata kota melalui serangkaian event budaya dan hiburan.
“Ini merupakan program 1000 event Ngalam Asyik yang mana meningkatkan peran serta pemuda yang tercermin melalui wujud nyata Malang Youth Festival 2025, terkait hal itu saya sampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” kata Wahyu.
Menurut Wahyu, acara semacam ini memiliki nilai konstruktif yang sangat tinggi untuk mendorong para pemuda Malang agar terus berkarya, inovatif, dan aktif membangun kota. “Kegiatan ini saya menilai menjadi ruang yang tepat dalam menumbuhkan semangat inovasi, kolaboratif serta berkarakter pemuda yang tangguh, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman para jawara yang telah melewati proses seleksi ketat. Dari panggung utama, diumumkan bahwa Rika Adha Ammas Sholikah berhasil meraih Juara 1 kategori Youth Malang City Changer. Sementara itu, gelar Juara 1 Youth Entrepreneur disabet oleh Avrendo Mahardika, dan Maria Ulfa Dwiyanti dinobatkan sebagai Juara 1 Youth Fashion Design Competition.
Wahyu juga menyoroti kehadiran Putri Indonesia Pariwisata 2022, Grasia, yang merupakan putri asli Malang. Kehadirannya diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi para finalis dan seluruh pemuda yang hadir.
“Saya melihat gemerlap Malang Youth Festival 2025 bukan sekedar ajang hiburan, tetapi perpaduan ekspresi dan aktualisasi diri yang sangat presentatif bagi pemuda Kota Malang,” ucapnya.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, membeberkan kunci kesuksesan acara yang terletak pada sinergi kuat dengan pihak akademisi. Ia menyebut kolaborasi dengan program UM Icon 2025 dari Universitas Negeri Malang berhasil mendatangkan 64 mahasiswa dari 31 negara.
“Jadi ini sebuah acara perpaduan kolaborasi. Kita memilih pemuda-pemuda pelopor di bidang enterpreneur, kemudian desainer, dan kebetulan ada delegasi internasional. Ini sinergi luar biasa antara Pemkot Malang dengan UM untuk promosi Kota Malang ke tingkat dunia,” ungkap Baihaqi.
Baihaqi juga dengan bangga menyebut bahwa Malang adalah “pabriknya” talenta. Selain Grasia, hadir pula Runner-up Putri Pariwisata 2024, Elisabeth, yang juga asli Arema.
“Inilah yang terus mempromosikan Kota Malang, baik di tingkat Nasional maupun Internasional. Ini luar biasa, sebuah upaya mengenalkan Kota Malang sebagai kota terdepan dalam membangun sektor pariwisata,” tegasnya.
Dukungan dari Universitas Negeri Malang pun tak main-main. Pihak UM turut membranding acara ini ke jaringan internasional mereka dan menyediakan fasilitas untuk pengembangan duta pariwisata kota. “UM menyediakan tempat memperdalam komunikasi dengan bahasa asingnya di Wisma Tumapel dan Insyaallah nanti di akhir tahun juga ada event pemilihan Kakang-Mbak Yu di bulan November,” pungkasnya, menandakan kolaborasi akan terus berlanjut.







