Zona Malang, Lumajang – Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 62 baru-baru ini melaksanakan program Level Up UMKM di Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Program ini berfokus pada peningkatan sistem pencatatan keuangan dan pemasaran digital UMKM “Roti Cemara” sebuah usaha roti rumahan sejak 2024.
Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8: Decent Work and Economic Growth, yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, produktivitas yang lebih tinggi, dan pekerjaan yang lebih baik untuk semua terutama di sektor UMKM.
Program “Level Up UMKM” dirancang oleh Sinta Kurniasari, mahasiswa Manajemen Universitas Brawijaya, yang bertugas sebagai Project Manager. Program ini mendapat sambutan hangat dari UMKM “Roti Cemara” di Desa Gedangmas.
Sinta bersama tim merancang solusi lengkap untuk membantu Roti Cemara dalam meningkatkan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital. Tim juga menyusun Panduan Sistem Pencatatan Keuangan yang memandu pemilik usaha dalam mengelola transaksi, stok produk, serta menjaga arus kas tetap terorganisir.
Selain itu, tim memberikan pelatihan mendalam mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur, guna meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kesehatan finansial usaha.

Sebagai bagian dari transformasi digital, program ini juga melibatkan pembuatan foto dan video Instagram yang menarik untuk memperkenalkan produk Roti Cemara ke pasar yang lebih luas. Untuk mendukung pemasaran produk, tim tidak hanya mengajarkan pengelolaan keuangan, tetapi juga membantu UMKM memanfaatkan Foto dan Video Instagram yang menarik serta membuat nama produk untuk Roti Cemara.

Program MMD Universitas Brawijaya Kelompok 62 ini menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat memberikan meaningfull impact bagi pengembangan UMKM, membawa perubahan dalam pengelolaan usaha dan strategi pemasaran yang lebih modern.
Ke depan, diharapkan Roti Cemara akan menjadi contoh bagi UMKM lain untuk bertransformasi dan memanfaatkan teknologi serta kreativitas dalam mengembangkan usaha mereka. Transformasi digital bukan pilihan, tapi keharusan untuk UMKM yang ingin berkembang.
Oleh: Sinta Kurniasari – MMD 62 Universitas Brawijaya







