Mitos Pemasangan Keramik yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Jangan terjebak mitos lama! Pahami mengapa semen biasa dan adukan tebal justru merusak lantai. Gunakan perekat keramik modern agar lantai kuat dan tahan lama.

Perekat keramik yang tepat sering kali terabaikan karena banyaknya mitos dalam dunia konstruksi. Pemasangan keramik sering dianggap pekerjaan sederhana yang tidak memerlukan metode khusus. 

Akibatnya, berbagai anggapan lama masih banyak dipercaya, baik oleh pemilik rumah maupun pekerja lapangan. Padahal, perkembangan material dan teknik konstruksi modern telah mengubah standar pemasangan keramik agar lebih kuat, rapi, dan tahan lama.

Mengikuti mitos lama di tengah kemajuan teknologi material justru dapat mendatangkan kerugian finansial akibat kerusakan lantai yang prematur. Mari kita bedah satu per satu mitos yang masih sering menghantui proyek renovasi Anda.

Mitos 1: Semua Jenis Keramik Bisa Dipasang dengan Adukan Semen Biasa

Banyak orang percaya bahwa campuran semen dan pasir (adukan konvensional) adalah solusi universal untuk semua jenis penutup lantai. Namun, kenyataannya sangat berbeda.

  1. Perbedaan Karakteristik Keramik Modern

Keramik zaman sekarang, terutama jenis homogeneous tile atau granit, diproses dengan teknologi tinggi yang membuatnya sangat padat.

  1. Daya Serap Air yang Semakin Rendah

Material modern memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga tidak menyerap air. Adukan semen biasa membutuhkan pori-pori besar untuk mengunci material secara mekanis. Tanpa daya serap ini, semen biasa tidak akan menempel.

  1. Risiko Keramik Mudah Lepas

Karena tidak adanya ikatan kimiawi, keramik hanya menempel di atas semen tanpa benar-benar menyatu. Sedikit getaran atau perubahan suhu akan membuatnya mudah terlepas.

  1. Keterbatasan Adukan Konvensional

Semen pasir tidak memiliki polimer yang memberikan fleksibilitas, sehingga sifatnya sangat kaku dan rapuh.

Mitos 2: Semakin Tebal Adukan, Semakin Kuat Rekatannya

Ada anggapan bahwa memberi lapisan semen yang tebal di bawah keramik akan membuatnya lebih kokoh. Ini adalah kekeliruan fatal yang justru mempercepat kerusakan.

  1. Ketebalan Tidak Menjamin Daya Rekat

Kekuatan rekat ditentukan oleh kualitas material pengikat, bukan kuantitasnya.

  1. Risiko Penyusutan Material

Semen konvensional yang terlalu tebal akan mengalami penyusutan (shrinkage) yang besar saat proses pengeringan. Penyusutan ini menciptakan tegangan tarik yang bisa membuat keramik pecah atau retak.

  1. Potensi Permukaan Tidak Rata

Mengatur keramik di atas adukan tebal sangat sulit dilakukan secara presisi. Sering kali terjadi penurunan level di satu sisi yang membuat lantai jeglong atau tidak rata.

  1. Munculnya Rongga di Bawah Keramik

Adukan tebal cenderung sulit diratakan secara sempurna, sehingga menyisakan kantong udara yang menjadi penyebab utama keramik pecah saat terbentur benda jatuh.

Mitos 3: Keramik Tidak Memerlukan Jarak Nat

Demi estetika yang terlihat menyatu, banyak pemilik rumah meminta keramik dipasang tanpa celah (rapat sempurna). Ini adalah praktik yang sangat berbahaya bagi struktur lantai, sebab:

  1. Fungsi Nat sebagai Ruang Pergerakan

Bangunan bersifat dinamis; mereka bergerak akibat getaran tanah maupun beban struktur. Nat berfungsi sebagai “buffer” atau peredam pergerakan tersebut.

  1. Dampak Muai dan Susut

Saat suhu ruangan naik, keramik akan memuai. Jika tidak ada celah nat, keramik akan saling berdesakan.

  1. Risiko Keramik Terangkat (Popping)

Akibat saling berdesakan tanpa ruang napas, keramik akan terdorong ke atas dan meledak (popping). Fenomena ini sering terjadi secara tiba-tiba dan sangat membahayakan penghuni.

  1. Pentingnya Pengaturan Jarak
Pentingnya menjaga jarak nat saat pemasangan keramik (Ist)

Jarak nat minimal 2-3 mm sangat direkomendasikan untuk memberikan toleransi pergerakan material.

Mitos 4: Area Indoordan OutdoorMenggunakan Metode yang Sama

Menganggap teras rumah sama dengan ruang tamu adalah kesalahan besar dalam manajemen proyek.

  1. Perbedaan Paparan Cuaca

Area outdoor menghadapi suhu ekstrem, sinar UV, dan hujan lebat. Material di luar ruangan mengalami muai-susut berkali-kali lipat lebih ekstrem dibanding area dalam ruangan.

  1. Pengaruh Air dan Kelembapan

Air hujan yang meresap bisa merusak daya rekat jika tidak menggunakan material yang kedap air dan tahan lembap.

  1. Beban dan Aktivitas

Area outdoor sering kali digunakan untuk parkir kendaraan atau aktivitas berat lainnya yang membutuhkan distribusi beban yang lebih merata.

  1. Kebutuhan Perekat Fleksibel

Area luar memerlukan perekat yang mengandung polimer tinggi agar bisa mengikuti kembang kempis material tanpa kehilangan daya rekat.

Mitos 5: Keramik yang Terpasang Rapi Pasti Tahan Lama

Visual yang rapi di permukaan sering kali menipu mata. Jangan berasumsi bahwa tampilan cantik berarti konstruksinya benar.

  1. Tampilan vs Kekuatan

Keramik bisa terlihat rata sempurna, namun jika di bawahnya menggunakan teknik totol (hanya memberi semen di tengah), maka ketahanannya sangat rendah.

  1. Risiko Hollow (Bunyi Kosong)

Jika Anda mengetuk keramik dan terdengar bunyi kopong, itu tandanya ada udara yang terjebak. Meskipun terlihat rapi, keramik ini akan sangat mudah pecah jika diinjak atau terkena beban furnitur.

  1. Pengaruh Persiapan Permukaan

Pemasangan di atas lantai yang kotor, berminyak, atau terlalu kering tanpa priming akan membuat ikatan gagal dalam hitungan bulan, meski awalnya terlihat rapi.

  1. Pentingnya Sistem Pemasangan

Kunci ketahanan bukan pada kerapian tangan tukang semata, melainkan pada penggunaan sistem (alat dan bahan) yang tepat secara menyeluruh.

Pastikan Bangunan Anda Kokoh dan Sempurna dengan Perekat Keramik Sika!

Meninggalkan mitos lama adalah langkah pertama menuju hunian yang berkualitas. Jangan lagi mengandalkan insting atau kebiasaan lama yang terbukti sering menyebabkan kegagalan struktur lantai. 

Untuk segala kebutuhan grouting Anda, selalu percayakan pada SikaGrout® FM. Ini adalah semen grouting kualitas tinggi yang dikompensasi terhadap susut. Pengaplikasiannya pun sangat praktis, Anda hanya perlu menambahkan air!

Sementara itu, untuk hasil finishing ruangan yang sempurna, gunakan perekat bermutu tinggi SikaCeram® TileFix Series. Mulai dari varian SikaCeram®-150 CA untuk keramik standar, SikaCeram® TileFix – 180 GA daapat diaplikasikan untuk area kering dan basah.

Kemudian ada SikaCeram® TileFix – 200 TA yang cocok digunakan untuk area yang terendam air seperti kolam renang. Ada pula SikaCeram®-255 Big Slab yang diformulasikan khusus dengan daya rekat fleksibel untuk granit berukuran besar. 

Terakhir, SikaCeram® – 850 Design (Resin Pengisi Nat 2 Komponen) yang memiliki warna tahan lama.

Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan berhasil menyelesaikan banyak project nasional maupun dunia. Misalnya project Apurva Kempinksi Bali.

Ada pula proyek Renovasi Museum Zeitz yang juga berhasil dirampungkan. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.Jangan pernah kompromi soal kualitas bangunan Anda. Dapatkan perlindungannya sekarang dengan mengunjungi Official Shopee Sika dan akses informasi produk secara lengkap melalui situs Sika Indonesia.