Mahasiswa FEB UM Dampingi UMKM Desa Pagelaran Malang Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

Mahasiswa FEB Universitas Negeri Malang bimbing pelaku UMKM Desa Pagelaran, Kabupaten Malang, kembangkan produk lokal lewat inovasi kemasan dan digitalisasi. Baca selengkapnya!

Zona Malang – Desa Pagelaran, Kabupaten Malang, menjadi sasaran program pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang diinisiasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM). Program yang berlangsung dari Februari hingga Mei 2026 ini bertujuan mengoptimalkan potensi produk lokal melalui inovasi dan digitalisasi.

Tim mahasiswa yang terdiri dari Aurora Sabrina Imtinan dan Dimas Wahyu Fahriski bekerja di bawah arahan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. dan Dr. Agus Hermawan, M.Si. Mereka melakukan observasi langsung terhadap sejumlah pelaku usaha untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi.

Hasil observasi menunjukkan bahwa meski Desa Pagelaran memiliki produk unggulan yang menjanjikan, pengembangannya masih terhambat oleh lemahnya tata kelola usaha, minimnya inovasi produk, serta belum optimalnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran.

Tiga UMKM Binaan Utama

Program pendampingan ini fokus pada tiga pelaku usaha dengan produk potensial:

  • Keripik Pisang dan Tela Ibu Widi – Mendapat pelatihan desain kemasan dan pembuatan label yang lebih menarik serta tahan distribusi
  • Bumbu Rujak Manis Ibu Nanik – Didorong melakukan re-branding kemasan dan optimalisasi akun marketplace untuk memperluas pasar di luar WhatsApp dan TikTok
  • Susu Kedelai Ibu Ani – Meski telah mempekerjakan 10 karyawan, usaha ini masih menghadapi kendala daya tahan produk yang perlu solusi pengolahan lebih lanjut

Prof. Agung Winarno menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi UMKM agar mampu bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Menurutnya, program ini sejalan dengan poin ke-8 Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan pentingnya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Potensi lokal desa, jika dikelola secara inovatif dan profesional, dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Dr. Agus Hermawan. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dapat membawa produk unggulan Desa Pagelaran menembus pasar regional hingga nasional.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh kampus, sekaligus memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu ekonomi dan bisnis secara langsung di tengah masyarakat.

Dengan pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan UMKM di Desa Pagelaran dapat naik kelas, baik dari sisi kualitas produk, branding, maupun jangkauan pasar yang lebih luas dan kompetitif.