Zona Malang — Angkatan Luar Angkasa AS, cabang militer di bawah Pentagon yang bertugas melindungi Amerika dari ancaman ruang angkasa, mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi ribuan objek terbang tak teridentifikasi (UFO) di orbit Bumi. Penampakan ini, sebagian besar teratur, memunculkan tantangan identifikasi yang signifikan.
Meskipun sebagian besar UFO terbukti sebagai sampah antariksa dan meteoroid alami, ada kekhawatiran bahwa beberapa mungkin merupakan aksi musuh AS yang meluncurkan satelit mata-mata. Angkatan Luar Angkasa mencatat risiko ancaman pesawat ruang angkasa tersembunyi di orbit cislunar yang belum diawasi antara Bumi dan Bulan.
Dalam laporan terbaru, Angkatan Luar Angkasa menyoroti pentingnya menemukan ancaman di antara sampah luar angkasa. Namun, mereka juga menggambarkan kategori ancaman baru yang mencakup pola dan kehidupan yang tidak normal, tidak dapat dikorelasikan dengan pemilik atau titik asal.
Investigasi UFO oleh Pentagon, yang terfokus pada kasus-kasus seperti serangan Tic Tac tahun 2004, telah menyoroti lima tanda teknologi UFO. Ini melibatkan perilaku melawan gravitasi, kemampuan observasi rendah pada radar, percepatan tiba-tiba, kecepatan hipersonik, dan perjalanan trans-medium.
Dokumen Space Force STARCOM menyebutkan lebih dari 25 ribu objek di orbit, tetapi belum jelas apakah kelima tanda teknologi UFO tumpang tindih dengan observasi abnormal yang dilaporkan. Kepala investigasi UFO Pentagon, Dr. Sean Kirkpatrick, menegaskan penggunaan rencana sains dan teknologi ketat untuk memahami fenomena tersebut. Space Force juga mempublikasikan grafik yang mencatat objek di orbit, walaupun sebagian besar diidentifikasi sebagai benda antariksa manusia yang diketahui.







