Band Power Pop Peni Rilis Single “Kota”, Potret Patah Hati di Tengah Riuh Kehidupan Urban

Malang, Zona Malang – Unit power pop asal Malang, Peni, resmi merilis single terbaru berjudul “Kota”. Lagu ini melanjutkan dua single sebelumnya, “Allegori” dan “Gejolak Asmara Muda”, yang sudah lebih dulu mengudara di berbagai platform musik digital.

Berbeda dari tipikal lagu patah hati yang berfokus pada sosok tertentu, “Kota” menghadirkan sudut pandang lain: perasaan lelah, frustasi, dan kemrungsung yang muncul dari kehidupan urban yang sesak dan rumit.

“Karena patah hati nggak melulu tentang seseorang, terjebak kondisi kota yang rumit juga membuat seseorang kemrungsung (bingung),” jelas Ken Baruna, vokalis sekaligus gitaris Peni.

Lagu ini tetap mempertahankan ciri khas Peni: lirik reflektif yang dibungkus dengan nuansa fun dan enerjik, khas power pop ala anak kota yang tumbuh di tengah gegap gempita urban namun menyimpan banyak kegelisahan.

Tiga Single Lahir dalam Sekali Sesi Rekaman

Meski secara resmi baru berumur kurang dari satu tahun, Peni bergerak cukup agresif dalam berkarya. Di bawah naungan Haum Entertainment, mereka tercatat sudah merilis tiga single dalam waktu relatif singkat.

Efisiensi menjadi kunci ritme kerja band ini. Para personel memiliki kesibukan masing-masing di luar band, bahkan ada yang bekerja di luar kota, sehingga pola produksi musik harus diakali dengan sistem kerja fleksibel.

“Sekitar bulan April kemarin kami masuk dapur rekaman untuk merekam beberapa lagu yang memang direncanakan untuk jadi sebuah single. Sekali masuk studio kami lahirkan 3 single,” ujar Gilang, salah satu personel Peni.

Menurut Gilang, ide awal lagu-lagu Peni biasanya datang dari Ken. Setelah itu, proses aransemen dilanjutkan secara mandiri oleh tiap personel dari rumah masing-masing.

“Demo awal berasal dari Ken, lalu kami mengerjakan bagian instrumen masing-masing di rumah. Bahkan drummer kami, Dibot, bekerja di Surabaya. Maka bagi-bagi tugas menjadi pilihan skema produksi kami,” tambahnya.

Dengan skema kerja jarak jauh tersebut, sesi studio menjadi momen finalisasi, bukan lagi awal proses. Hal itu yang membuat mereka bisa merekam tiga single sekaligus dalam satu rangkaian sesi rekaman.

Filosofi: “Do It With Passion or Don’t Do It at All”

Di balik jadwal yang padat dan jarak yang memisahkan, Peni menegaskan bahwa passion tetap menjadi bahan bakar utama band.

“Do it with passion or don’t do it at all. Kegiatan membuat lagu adalah hal yang menyenangkan dan rekreatif, jadi sejauh ini masih belum terbebani dan membebani pekerjaan,” kata Ken.

Single “Kota” diproduksi oleh Ken Baruna dan direkam di Rama Project Studio, dengan Benny K Wijaya bertindak sebagai sound engineer. Proses mixing dan mastering juga dikerjakan di studio yang sama oleh Rama Satria M.

Menariknya, hampir seluruh proses kreatif dikerjakan secara mandiri oleh Ken. Mulai dari penulisan lirik, komposisi musik, hingga desain dan foto sampul, dikerjakan sendiri di luar jam kerja utama.

Hal ini membuat “Kota” terasa sangat personal, baik dari sisi cerita maupun nuansa musikal yang dihadirkan.

“Kota”: Wajah Lain dari Kekalahan dan Keterasingan

Secara tematik, “Kota” masih berada dalam satu benang merah dengan karya-karya Peni sebelumnya: tema kekalahan, kegelisahan, dan perasaan tidak selalu baik-baik saja. Bedanya, kali ini sosok “lawan main” bukan manusia, melainkan ruang hidup bernama kota.

Kota digambarkan sebagai tempat yang menawarkan peluang sekaligus jebakan. Di satu sisi, penuh lampu, harapan, dan mimpi. Di sisi lain, menyisakan rasa sepi, keterasingan, dan kemacetan batin yang sulit dijelaskan.

Lewat lirik dan melodinya, “Kota” mencoba menangkap realitas banyak orang yang tinggal di lingkungan urban: terlihat baik-baik saja dari luar, namun di dalamnya menyimpan tekanan dan kebingungan yang tak kalah menyakitkan dari patah hati karena cinta.

Siapkan EP Bertema “Kekalahan”, Tur Masih Ditahan

Usai merilis tiga single, Peni tak berniat melambat. Agenda berikutnya adalah menggarap sebuah EP (Extended Play) yang ditargetkan rilis pada awal tahun depan.

EP tersebut disebut akan tetap konsisten dengan tema besar yang sudah mereka bangun sejak awal: kekalahan, kegagalan kecil, dan cara manusia berdamai dengan hidup yang tidak selalu sesuai rencana.

“EP nanti masih akan membawa tema ‘kekalahan’ sebagai benang merah. Itu yang sampai sekarang terasa paling jujur buat kami,” ungkap Ken.

Namun, untuk urusan tur dan penampilan langsung, Peni mengaku belum akan banyak bergerak. Rutinitas kerja di luar band membuat mereka harus realistis dalam mengatur jadwal.

“Turnya masih belum terpikir, soalnya kami semua masih ada rutinitas kerja, dan kami pikir tur sepertinya akan merepotkan. Maka, sementara Peni akan fokus pada produksi musik secara digital,” tutup Ken.

Bisa Didengar di Semua Platform Digital

Single “Kota” kini sudah resmi dirilis dan bisa dinikmati di berbagai platform musik digital, mulai dari Spotify, Apple Music, hingga YouTube.

Bagi penikmat musik yang menggemari lirik reflektif, nuansa power pop yang energik, namun tetap akrab di telinga, “Kota” menawarkan perspektif baru tentang patah hati—bukan tentang kehilangan seseorang, melainkan tentang perasaan kalah dan sesak di tengah riuhnya kehidupan kota.