Trisouls Rilis Single Baru “Sementara atau Selamanya”: Pop Romantis Upbeat ala 90-an yang Hangat!

Grup vokal Trisouls meluncurkan single terbaru “Sementara atau Selamanya” pada 4 Februari 2026 via POPS Music. Lagu pop romantis ini hadir dengan aransemen ceria bernuansa…

Zona Malang – Grup vokal Trisouls langsung menyapa penggemar dengan karya teranyar mereka di awal Februari 2026. Single bertajuk “Sementara atau Selamanya” resmi dirilis pada tanggal 4 Februari 2026 melalui label POPS Music, menandai comeback mereka dengan nuansa yang segar namun penuh kenangan.

Lagu ini diciptakan oleh Sajiva dan mengusung genre pop romantis yang upbeat serta menyenangkan. Aransemennya ringan, optimistis, dan mudah diingat, dengan sentuhan kuat era pop 90-an yang hangat serta nostalgik—namun tetap relevan berkat produksi modern yang menyegarkan pendengar masa kini.

Tema liriknya sangat relatable: menceritakan debar hati dari hal-hal sederhana seperti senyuman manis, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, rasa kagum yang terpendam, hingga keyakinan bahwa cinta sejati pantas diperjuangkan. Refrain lagu ini membangun sensasi melayang, seolah perasaan begitu kuat hingga atmosfer pun tak mampu menahannya, sambil mengajak pendengar menikmati momen indah tanpa terburu-buru mencari kepastian.

Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls ingin menyampaikan pesan mendalam: tidak semua cinta harus segera punya label atau jawaban pasti. Kadang, keberanian terbesar justru memberi ruang bagi rasa untuk berkembang—entah berakhir hanya sementara, atau justru bertahan selamanya.

Single ini telah tersedia secara resmi di berbagai platform digital, termasuk Spotify (di mana terdaftar sebagai rilisan 2026), Apple Music, dan YouTube—lengkap dengan Official Lyric Video yang sudah tayang. Beberapa pendengar awal di media sosial menyebut lagu ini sebagai mood booster harian yang menyenangkan, dengan vibe ceria yang langsung terasa.

Dengan rilisan ini, Trisouls terus memperkuat identitas mereka sebagai penyaji musik pop Indonesia yang autentik, menggabungkan elemen nostalgia 90-an dengan cerita emosional kontemporer yang dekat dengan pengalaman sehari-hari banyak orang.