Bruce Willis Donorkan Otak untuk Penelitian Demensia FTD

Bruce Willis dan keluarga sepakat mendonorkan otaknya untuk penelitian demensia frontotemporal (FTD). Keputusan mulia sang aktor Hollywood demi kemajuan sains medis.

Zonamalang.com – Aktor legendaris Hollywood Bruce Willis bersama keluarganya telah mengambil keputusan mulia untuk mendonorkan otaknya saat meninggal dunia kelak. Donor otak ini ditujukan untuk kepentingan penelitian medis, khususnya dalam upaya menemukan obat bagi penyakit demensia frontotemporal (FTD) yang kini dideritanya.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah nyata untuk memerangi penyakit saraf yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Keluarga berharap kontribusi ini dapat membantu para ilmuwan memahami lebih dalam tentang FTD dan menemukan terobosan pengobatan di masa depan.

Emma Heming, istri Bruce Willis, menjelaskan bahwa diagnosis FTD seringkali baru terkonfirmasi setelah kematian melalui autopsi otak. “Keluarga berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi sains, karena selama ini diagnosis FTD seringkali terkonfirmasi setelah kematian dengan melakukan autopsi otak,” ujarnya kepada media asing.

Bintang film Armageddon tersebut didiagnosis menderita demensia frontotemporal sejak awal 2023. Penyakit ini berdampak signifikan pada kemampuan kognitif dan komunikasinya. Aktor berusia 71 tahun itu kini mengalami kesulitan berbicara dan kurang memahami percakapan yang berlangsung di sekitarnya.

Selain gangguan komunikasi, Bruce Willis juga mengalami perubahan perilaku yang drastis. Hal ini terjadi karena FTD menyerang lobus frontal otak yang mengendalikan kepribadian dan fungsi eksekutif seseorang. Meski demikian, Bruce mendapat dukungan penuh dari keluarganya, termasuk mantan istrinya Demi Moore yang kerap berkunjung memberikan semangat.

Pihak keluarga memaparkan bahwa kondisi Bruce saat ini terbilang stabil, meskipun kesulitan berkomunikasi dan mengingat sesuatu masih menjadi tantangan sehari-hari. “Kami selalu mengajaknya berbincang bercanda, menonton video keluarga dan sesekali bertamasya,” kata Emma Heming dalam wawancaranya.

FTD atau demensia frontotemporal merupakan kelompok penyakit neurodegeneratif progresif yang merusak lobus frontal dan temporal otak. Penyakit ini menyebabkan penyusutan pada area yang mengatur kepribadian, perilaku, dan bahasa. Berbeda dengan Alzheimer, FTD sering menyerang pada usia lebih muda, yakni antara 45 hingga 65 tahun.

Gejala FTD mencakup kesulitan berbicara, memahami atau menemukan kata-kata yang tepat, kondisi yang dikenal sebagai afasia. Dari sisi perilaku, penderita cenderung lebih impulsif, melakukan tindakan tidak pantas secara sosial, kehilangan empati, dan melakukan tindakan berulang. Yang membedakan FTD dengan Alzheimer adalah pada tahap awal, FTD tidak menyebabkan gangguan ingatan atau memori, melainkan lebih fokus pada perubahan kepribadian dan bahasa.

Bruce Willis adalah salah satu ikon Hollywood yang dikenal melalui film-film box office seperti Die Hard, Armageddon, dan The Sixth Sense. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi termasuk Golden Globe, dua People’s Choice Awards, dan menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2006.

Aktor kelahiran Amerika ini memutuskan pensiun dari dunia akting setelah film Assassin pada 2023. Bruce Willis juga pernah memenangkan dua Primetime Emmy Awards untuk kategori Aktor Utama Terbaik dalam Serial Drama Moonlighting dan Aktor Tamu Terbaik dalam Serial Komedi Friends. Keputusan mulia keluarga Willis untuk mendonorkan otak sang aktor diharapkan dapat membuka jalan bagi kemajuan penelitian medis dan memberikan harapan bagi jutaan penderita demensia di seluruh dunia.