Zona Malang – Jelang masuknya bulan suci Ramadhan 2024, seruan untuk memboikot kurma yang diproduksi di Israel semakin menguat. Aksi ini menjadi bagian dari solidaritas global terhadap perjuangan rakyat Palestina yang masih terus berjuang melawan serangan yang dilancarkan oleh Israel di wilayah mereka.
Dilansir dari laman Middle East Eye, kampanye boikot ini memiliki potensi untuk memengaruhi penjualan kurma Israel, terutama di pasar Eropa yang menjadi salah satu pasar utama bagi produk tersebut selama bulan Ramadhan.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Middle East Eye, sekitar sepertiga dari total ekspor kurma Israel dialokasikan untuk dijual selama bulan Ramadhan. Namun, seruan untuk menghentikan pembelian produk kurma Israel semakin mendapat dukungan luas.
Bahkan, kampanye iklan dengan anggaran besar sebesar 550.000 USD pun turut dihadang sebagai tanggapan atas ketakutan terhadap potensi boikot ini.
Meskipun Israel merupakan salah satu pengekspor kurma terbesar di dunia, gerakan boikot terhadap produk-produk yang berasal dari Israel atau memiliki keterkaitan dengan negara tersebut terus gencar dilakukan.
Solidaritas terhadap Palestina menjadi pendorong utama di balik gerakan ini, sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan mereka melawan pendudukan dan penindasan yang dilakukan oleh Israel.
Daftar Merek Kurma Israel yang Diboikot
Palestine Campaign dan American Muslim for Palestine telah menyusun daftar merk kurma yang berasal dari Israel yang diimbau untuk diboyong. Beberapa di antaranya termasuk Mehadrin, MTex, Edom, Agrexco, Arava, Hadiklaim, King Solomon Dates, dan masih banyak lagi.
Identifikasi merk kurma ini penting sebagai langkah awal dalam mendukung gerakan boikot terhadap produk-produk Israel.
- Mehadrin
- MTex
- Edom
- Agrexco
- Arava
- Hadiklaim
- King Solomon Dates
- Jordan River dan Jordan River Bio-Top
- Urban Platter
- Sincerely Nuts
- Star Dates
- Delilah
- Anna and Sarah
- Food to Live
- Navafresh
- Shah Co
Selain itu, ada juga langkah-langkah praktis yang bisa diambil untuk membedakan kurma asal Israel dari yang lainnya. Salah satunya adalah dengan memeriksa label produk saat akan membeli kurma. Hindari produk yang diproduksi atau dikemas di Israel atau di pemukiman ilegal di Tepi Barat. Perhatikan juga label pada kurma Medjool, sebagian di antaranya ditanam di tanah Palestina yang diduduki oleh Israel.
Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk Tidak Membeli Produk Israel
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak membeli produk-produk Israel, termasuk merk kurma yang berasal dari sana. Imbauan ini merujuk pada Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina yang dikeluarkan pada 8 November 2023.
Dalam fatwa tersebut, MUI menegaskan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel merupakan kewajiban. Sementara itu, mendukung agresi Israel atau pihak yang mendukungnya secara langsung atau tidak langsung adalah haram.
Dengan mengikuti imbauan dan langkah-langkah yang disarankan, diharapkan masyarakat dapat turut serta dalam mendukung gerakan solidaritas internasional untuk membantu memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
Melalui boikot produk-produk Israel, kita dapat memberikan dukungan yang nyata terhadap perjuangan yang lebih besar demi kedamaian dan keadilan di Timur Tengah.***







