Apakah Boleh Mengucapkan ‘Ramadhan Karim’ Dalam Islam? Istilah yang Sering Didengar Saat Bulan Ramadhan

Zona Malang – Baru-baru ini, akun media sosial Instagram @ittibarasul1 mengunggah sebuah postingan yang bernarasi “Hindari Ucapan Ramadhan Karim”, hal itu menjadikan netizen kebingungan sebab ucapan ini sudah biasa didengar di Indonesia.

Dalam sastra Indonesia, istilah yang serupa dengan Majaz Aqli dalam Bahasa Arab adalah “metonimi” atau “sinekdoke”.

Metonimi adalah suatu gaya bahasa yang menggunakan kata atau ungkapan untuk menggantikan atau mewakili sesuatu yang memiliki hubungan dekat atau terkait dengan kata atau ungkapan tersebut.

Misalnya, dalam puisi atau sastra Indonesia, sering digunakan metonimi untuk menyampaikan makna yang lebih dalam atau simbolis.

Contohnya, ketika penyair menggunakan kata “seruling” untuk merujuk pada musik yang dimainkan dengan seruling, atau “perisai” untuk melambangkan perlindungan atau keamanan.

Dalam kasus ayat Al-Qur’an yang di sebutkan, penggunaan metonimi atau metafora serupa digunakan untuk menyampaikan makna yang lebih dalam dan simbolis, di mana ungkapan atau objek tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang lebih luas atau abstrak.

Contohnya ketika Allah menyebut bahwa sungai berjalan dalam Al-Qur’an:

تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Sungai-sungai berjalan di bawah surga”.

Maksudnya ya sudah maklum air sungai dialirkan. Bukan sungai yang berjalan. Tapi itulah keindahan struktur kata.

Pemberi kesembuhan adalah Allah sebagaimana ayat:

وإذا مرضت فهو يشفينِ

“Dan jika aku sakit maka Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku”

فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ

“Di dalam madu terdapat kesembuhan untuk manusia” (An-Nahl 69)

Di ayat ini Allah menyebut madu dengan kesembuhan, tapi sudah maklum bahwa Allah yang memberi kesembuhan dan madu sebagai obat.

Ketika hujan Nabi berdoa:

اللهم صيبا نافعا

“Ya Allah berilah hujan yang bermanfaat” (HR Bukhari)

Sudah maklum yang memberi manfaat adalah Allah. Tapi Nabi menyebut bahwa air yang manfaat.

Kalau larangan menyebut Ramadan Karim, karena pemberi adalah Allah bukan Ramadan berdasarkan pendapat Syekh Utsaimin, lalu ayat dan hadis di atas salah semuanya? “Tidak salah, karena Allah dan Nabi yang mengatakan” jawab mereka.

Sehingga, penggunaan “sungai-sungai berjalan” atau “madu sebagai kesembuhan” adalah contoh penggunaan metonimi dalam sastra Arab.

Namun, dalam praktiknya, banyak ulama yang menggunakan istilah tersebut secara luas dan umum tanpa masalah, mengacu pada pemahaman bahwa maksudnya adalah mengucapkan selamat datang kepada bulan Ramadan yang penuh dengan berkah dan kebaikan.***


Disadur dari status Facebook KH. Makruf Khozin