MALANG – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, sebanyak 16 guru dan karyawan SD Muhammadiyah 18 Surabaya bersama 4 perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PCM Mulyorejo melaksanakan studi inspirasi ke SD Muhammadiyah 9 Malang, Kamis (17/4/2025). Studi ini mengusung tema “Build a Relation and Giving an Experience in Each Others”, sebagai bentuk komitmen kolaboratif antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam berbagi ide dan inovasi.
Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi, S.Pd., disambut langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Arip Hidayat, M.Pd.I, di Gedung KH. Ahmad Dahlan. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu menjadi ruang interaksi positif antarpelaku pendidikan, sekaligus wahana berbagi pengalaman nyata dalam pengelolaan sekolah.
Studi inspirasi dimulai dengan pengenalan profil sekolah tuan rumah serta pemaparan program kerja SD Muhammadiyah 9 Malang. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka yang membahas berbagai aspek pengelolaan sekolah, mulai dari keuangan, kesiswaan, kurikulum, kehumasan, hingga manajemen sarana dan prasarana.
Yang menarik perhatian dari kunjungan ini adalah program unggulan bertajuk “Qolbun Salim”, sebuah kegiatan sosial yang konsisten dilakukan oleh SD Muhammadiyah 9 Malang. Program ini melibatkan siswa secara langsung dalam aksi sosial berupa kunjungan ke panti asuhan, dengan tujuan menumbuhkan empati, memperkuat nilai silaturahmi, dan membangun karakter berbagi sejak dini.
“Program ini tidak hanya dilaksanakan di bulan Ramadan, tapi menjadi kegiatan berkelanjutan sepanjang tahun. Kami ingin menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial secara nyata kepada anak-anak,” ujar Arip Hidayat. Dana kegiatan dihimpun melalui penggalangan donasi siswa, guru, dan orang tua murid sebagai bentuk kolaborasi sekolah dan masyarakat.
Ach. Barizi menyampaikan apresiasinya atas program-program yang dijalankan oleh SD Muhammadiyah 9 Malang. Ia menilai studi ini menjadi momen penting bagi timnya untuk menyerap nilai-nilai baru yang relevan dan aplikatif.
“Kami bangga bisa belajar langsung dari praktik baik yang dijalankan oleh sekolah ini. Inovasi yang kami temui sangat inspiratif dan akan kami adaptasi untuk penguatan pembelajaran berbasis nilai dan adab di SD Muhammadiyah 18 Surabaya,” ujarnya dengan antusias.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan apresiasi antarlembaga. Tur keliling sekolah juga dilakukan untuk meninjau langsung fasilitas serta implementasi program-program unggulan yang menjadi daya tarik SD Muhammadiyah 9 Malang.
Dalam sambutannya, Arip Hidayat kembali menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan utama dalam dunia pendidikan. “Jika ingin mencetak murid yang memiliki akhlak mulia, maka gurunya terlebih dahulu harus menampilkan pribadi yang menjadi contoh,” ujarnya menutup acara.
Melalui kegiatan ini, kedua sekolah berharap hubungan yang terjalin tak hanya berhenti pada studi inspirasi, tetapi berlanjut dalam bentuk kolaborasi berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik di lingkungan Muhammadiyah.







