Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura 9 dan 10 Muharram Arab Latin dan Terjemah

Zona Malang – Ini dia lafadz niat puasa Sunnah Tasu’a dan Asyura arab dan latin versi NU (Nahdlatul Ulama).

Memasuki tanggal 9 dan 10 Muharram, tentunya bagi ummat Islam akan mencari pahala yang luar biasa dengan berpuasa Sunnah.

Niat berpuasa pada hari Tasua dan Asyura dapat dilakukan pada siang hari, seperti yang disebutkan di NU Online.

Jika seseorang belum berniat puasa pada malam sebelum fajar, dia masih diizinkan untuk berpuasa dengan berniat puasa sebelum masuk waktu zuhur. Namun, ada syaratnya, yaitu orang tersebut tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum, mulai dari fajar hingga dia melakukan niatnya.

Bagi mereka yang bingung tentang cara berniat puasa Tasua dan Asyura, berikut adalah contoh bacaan niat puasa 9 dan 10 Muharram yang dikutip dari NU Online:

a. Niat Puasa 9 Muharam (Puasa Tasua)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.

“Saya berniat puasa Tasua karena Allah Ta’ala.”

b. Niat Puasa 10 Muharam (Puasa Asyura)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala.”

Tata cara berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram tidak berbeda jauh dengan puasa pada umumnya. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Niat karena Allah Ta’ala

Semua ibadah dimulai dengan niat, yang sudah cukup dinyatakan dalam hati tanpa harus dilafalkan.

  1. Sahur

Selain untuk daya tahan berpuasa sepanjang hari, makan sahur juga memiliki berkah. Sebagaimana hadis dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari no. 1923)

  1. Melaksanakan Puasa

Setelah sahur, melanjutkan untuk berpuasa, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari fajar hingga matahari terbenam.

  1. Menjaga Diri selama Berpuasa

Selama berpuasa, penting bagi umat Muslim untuk menjaga diri dari perilaku yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala ibadah puasa, seperti mengumpat atau berbicara kasar.

  1. Memperbanyak Amal Saleh selama Berpuasa

Selama berpuasa, disarankan untuk memperbanyak amal saleh, seperti melakukan salat sunah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.

  1. Berbuka tepat waktu

Berbuka puasa dianjurkan dilakukan sesegera mungkin setelah masuk waktu berbuka. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Ibnu Majah, sahih menurut Al-Albani).

  1. Membaca Doa Buka Puasa

Doa yang sahih sesuai ajaran Rasulullah untuk berbuka adalah sebagai berikut:

“Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

Doa ini diucapkan setelah berbuka, saat makan dan minum untuk membatalkan puasa, cukup membaca basmalah. Setelah rasa haus hilang, baru doa di atas diucapkan.***