Mbois Ker! Surabaya dan Malang Raih Posisi Prestisius di 10 Besar Kuliner Terbaik ASEAN Menurut TasteAtlas

Malang, Zona Malang – Dua kota di Jawa Timur, Surabaya dan Malang, berhasil meraih posisi yang membanggakan dalam daftar kuliner terbaik se-Asia Tenggara (ASEAN) versi TasteAtlas. TasteAtlas, sebagai website kurator yang terkenal dalam membuat daftar makanan dan minuman terbaik, baru-baru ini mengungkapkan peringkat kuliner di wilayah ASEAN.

Meskipun peringkat tertinggi ditempati oleh Bandung dan Jakarta, kehadiran Surabaya dan Malang di 10 besar menunjukkan kekayaan ragam kuliner Jawa Timur yang tak bisa diabaikan. Kota-kota ini dinilai berdasarkan keunikan hidangan-hidangan autentik yang menjadi ciri khas setiap daerah.

Daftar 10 Besar Kuliner Terbaik ASEAN versi TasteAtlas:

  1. Bandung (4,66 bintang): Batagor, mie kocok, cireng, siomay, dan nasi kuning.
  2. Jakarta (4,65 bintang): Nasi uduk, gado-gado, soto betawi, bubur ayam, dan bakso.
  3. Surabaya (4,61 bintang): Rujak cingur, rawon, soto lamongan, pecel, dan bebek goreng.
  4. Bangkok (4,60 bintang): Pad thai, tom yum, green curry, som tam, dan suki.
  5. Singapura (4,56 bintang): Cereal prawns, beef kway teow, hainanese chicken rice, chilli crab, dan fish head curry.
  6. Hue, Vietnam (4,56 bintang): Hue breakfast noodle soup, Vietnamese steamed savory rice cake, Hue pancake, grilled ground pork on lemongrass skewers, dan grilled pork and rize vermicelli.
  7. Padang (4,51 bintang): Nasi padang, rendang, gulai, kripik, dan sate padang.
  8. Malang (4,48 bintang): Bakwan Malang, rawon, kripik, pecel, dan sate domba.
  9. Yogyakarta (4,44 bintang): Gudeg, ayam goreng, sayur lodeh, sambal, dan sate.
  10. Chiang Mai (4,43 bintang): Khao soi, tom kha gai, som tam, Thai grilled chicken, dan ruam mit.

Kedua kota Jawa Timur ini, Surabaya dan Malang, membuktikan bahwa kekayaan kuliner Indonesia terus mengukir prestasi di mata dunia.

Keberhasilan ini tidak hanya menciptakan kebanggaan bagi penduduk setempat tetapi juga memperkenalkan kelezatan kuliner Indonesia ke tingkat global.***