Zonamalang.com – Kegiatan panen dan penanaman tebu secara serentak dalam rangka Program Bongkar Ratoon Tebu digelar di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6) siang. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM.
Hadir dalam agenda strategis ini sejumlah pejabat tinggi daerah dan perwakilan militer, di antaranya Dandim 0818 Malang-Batu, Wakapolres Malang, perwakilan Mabes AD untuk wilayah perkebunan Jawa Timur, jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Jawa Timur, Direktur Operasional PT SGN, Direktur Utama PT PG Rajawali I, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gondanglegi.
Pelaksanaan Serentak di Tujuh Wilayah
Program panen dan tanam tebu yang dipimpin Gubernur Jawa Timur ini tidak hanya berlangsung di Kabupaten Malang. Kegiatan serupa dilaksanakan secara bersamaan di tujuh daerah lain, yakni Kabupaten Kediri, Magetan, Jombang, Situbondo, Bondowoso, Mojokerto, dan Lamongan.
Langkah koordinatif ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong peningkatan produktivitas tebu sebagai komoditas strategis di wilayah tersebut.
Malang Sebagai Sentra Tebu Terbesar
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanusi memaparkan posisi strategis Kabupaten Malang sebagai salah satu produsen tebu terbesar di Jawa Timur. Wilayah ini memiliki lahan perkebunan tebu seluas 48.168,95 hektare dengan total produksi mencapai 4.294.436,80 ton.
Rata-rata produktivitas lahan tebu di Kabupaten Malang berada di angka 89,153 ton per hektare, menjadikannya kontributor signifikan bagi pasokan gula nasional.
Target dan Realisasi Program Bongkar Ratoon
Bupati Malang menegaskan bahwa Program Bongkar Ratoon merupakan strategi kunci dalam upaya peremajaan tanaman tebu. Untuk tahun 2025, Kabupaten Malang mendapat alokasi target seluas 7.500 hektare dengan capaian realisasi mencapai 1.717,32 hektare.
Realisasi tersebut terbagi dalam empat tahap: Tahap I mencakup 1.064,09 hektare, Tahap II seluas 146,92 hektare, Tahap III mencapai 196,10 hektare, dan Tahap IV seluas 310,21 hektare. Seluruh bantuan untuk program ini telah disalurkan kepada kelompok tani yang menjadi penerima manfaat.
Bentuk Dukungan Pemerintah
“Petani mendapatkan dukungan berupa bibit tebu sebanyak 60.000 mata tunas untuk setiap hektare lahan, ditambah bantuan biaya Hari Orang Kerja senilai 4 juta rupiah per hektare. Setiap NIK dapat mengajukan maksimal 5 hektare,” jelas Bupati Sanusi.
Bantuan ini dirancang untuk meringankan beban petani sekaligus mendorong mereka menerapkan praktik budidaya tebu yang lebih produktif.
Proyeksi Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Kabupaten Malang kembali menerima alokasi target Program Bongkar Ratoon dengan luasan yang sama, yakni 7.500 hektare. Usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) indikatif telah mencapai 5.250 hektare.
Data menunjukkan usulan tersebut berasal dari berbagai sumber: KUD Mitra PG Kebon Agung mengajukan 1.500 hektare, PG SGN (meliputi Mrican, Ngadirejo, dan Pesantren Baru) seluas 2.660 hektare, serta kelompok tani melalui jalur penyuluh sebanyak 1.090 hektare. Hingga kini, realisasi usulan CPCL definitif telah mencapai 2.734,473 hektare.
Komitmen Memperkuat Posisi Strategis
Bupati Sanusi menekankan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen bersama dari berbagai pihak. “Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, pabrik gula, koperasi, dan petani dalam upaya meningkatkan produktivitas tebu. Kabupaten Malang semakin kokoh sebagai lumbung gula nasional,” katanya.
Program yang dilaksanakan hari ini, lanjut Bupati, merupakan tindakan konkret untuk mengangkat produktivitas kebun tebu milik rakyat.
Harapan untuk Ekosistem Pergulaan
Bupati Malang berharap kegiatan panen dan tanam hari ini menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk memperkuat ekosistem pergulaan secara menyeluruh. Mulai dari penyediaan benih berkualitas, proses budidaya, skema pembiayaan, pengolahan, hingga pemasaran produk akhir.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya sampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh petani tebu yang menjadi garda terdepan dalam menjaga pasokan gula nasional. Semoga kerja keras ini menghasilkan panen melimpah, kualitas terbaik, dan peningkatan pendapatan,” tutup Bupati Sanusi.
Gubernur Dorong Maksimalisasi Hasil Panen
Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyoroti pentingnya program Bongkar Ratoon yang berjalan secara masif untuk memaksimalkan hasil panen petani. Ia mencontohkan pencapaian luar biasa di Kecamatan Gondanglegi yang pernah mencatatkan hasil panen hingga 250 ton per hektare.
“Di Gondanglegi, Kabupaten Malang, pernah tercatat satu hektare menghasilkan 250 ton. Dengan teknologi laboratorium yang kini tersedia, bukan hal mustahil untuk meningkatkan angka tersebut,” ujar Khofifah.
Faktor Pendukung Lainnya
Gubernur Jatim menambahkan, selain kualitas bibit yang harus terjaga, ada beberapa aspek penting lain yang perlu diperhatikan saat memasuki musim giling. “Proses penebangan dan penggilingan juga harus dikawal dengan baik agar kualitas hasil tetap optimal,” jelasnya.
Target Swasembada Gula Konsumsi
Khofifah menyatakan harapannya agar Jawa Timur mampu mencapai swasembada gula konsumsi. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga pasar agar tidak dibanjiri gula rafinasi yang dapat merugikan petani.
“Target utama kita adalah swasembada gula konsumsi. Namun ini soal ekosistem hulu-hilir. Di hilir, pasar harus dijaga semua pihak supaya gula rafinasi tidak merembes, karena tidak kompatibel dengan gula dari petani,” tegas Gubernur Jatim mengakhiri.







