Universitas Brawijaya (UB) Perluas Reputasi Internasional dengan Program Studi Sastra Arab dan Kemitraan Luar Negeri

Universitas Brawijaya (UB) terus berupaya memperluas reputasinya di tingkat internasional dengan merencanakan pembukaan Program Studi baru di bidang Sastra Arab.

Zona Malang – Universitas Brawijaya (UB) terus berupaya memperluas reputasinya di tingkat internasional dengan merencanakan pembukaan Program Studi baru di bidang Sastra Arab. Hal ini diungkapkan oleh Rektor UB, Prof. Widodo, M.Si., Ph.D.Med.Sc, dalam pertemuan dengan delegasi dari Alasmarya Islamic University, Libya.

Delegasi Libya, yang dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Mohammed Sulayman Mohammad bin Abd. Al Hafeed, mengunjungi UB untuk menjajaki potensi kerjasama. Dalam pertemuan tersebut, Rektor UB menyampaikan bahwa UB memiliki rencana untuk membuka Program Studi baru yang akan menjangkau minat calon mahasiswa yang semakin luas, khususnya di bidang Sastra Arab.

Selain pembukaan Program Studi baru, UB juga terus aktif menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri. Program pertukaran mahasiswa, pertukaran profesor, dan kunjungan profesor menjadi bagian dari strategi UB untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di lingkungan kampus.

Prof. Widodo mengungkapkan bahwa UB baru-baru ini mengembangkan “UB Halal Metrics,” sebuah metrik untuk mengukur kehalalan dalam proses bisnis perguruan tinggi dan industri. Dari tata kelola manajerial hingga sumber makanan yang disediakan, UB berkomitmen untuk memastikan kehalalan dalam semua aspek. Rektor mengundang Alasmarya Islamic University untuk bergabung dalam pengembangan dan penyebarluasan metrik ini.

Dalam perbincangan santai, Prof. Sulayman dari Alasmarya Islamic University menyoroti konsep khas kampus mereka yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan ajaran Islam. Lebih dari 20 fakultas dan 106 program studi menjadi kekuatan lembaga tersebut.

Kedua perguruan tinggi sepakat untuk menjajaki lebih lanjut peluang kerjasama yang saling menguntungkan guna meningkatkan mutu pendidikan dan keragaman akademis di kedua institusi.***