Malang, Zona Malang – Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku wisata, termasuk pengelola Alas Pakis di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Meskipun perkembangan Alas Pakis masih stabil, namun hujan menjadi penghalang bagi pengunjung karena terbatasnya jumlah gazebo sebagai tempat berteduh.
Menurut Jumari, pengelola Alas Pakis, anomali cuaca seperti gerimis hingga hujan turun secara tiba-tiba menyebabkan pengunjung meninggalkan lokasi.
Hal ini tentu berdampak pada pemasukan, dimana pada hari-hari biasa, keuntungan bersih mencapai Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per bulan.
Namun, saat terjadi cuaca buruk, pemasukan bisa berkurang hingga Rp 15 juta per bulan. Rata-rata jumlah pengunjung per hari juga mengalami fluktuasi, dari 100 pengunjung saat weekday menjadi 400-500 pengunjung saat weekend.
Alas Pakis menawarkan kebanyakan objek wisata outdoor, sehingga anomali cuaca menjadi salah satu tantangan utama.
Meskipun begitu, objek wisata ini tetap dipelihara dengan baik dan bersih setiap harinya. Jumari juga menegaskan bahwa tidak akan ditambahkan ornamen-ornamen sebagai hiasan, karena pesona alami dari hutan Pakis menjadi daya tarik utama.
Selain itu, Jumari juga merencanakan pengembangan Alas Pakis dengan menambah gazebo, memanfaatkan lahan sebelah barat bagian atas.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung dan menjaga daya tarik wisata Alas Pakis, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang tidak bisa diprediksi.







