Kota Malang – Mantan Wali Kota Malang periode 2013-2018, Moch Anton, yang akrab disapa Abah Anton, berencana mendaftar ke empat partai politik sekaligus pada Rabu, 22 Mei 2024. Keempat partai tersebut adalah Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai-partai ini tergabung dalam Fraksi Damai di DPRD Kota Malang.
Fraksi Damai, yang terdiri dari gabungan empat partai ini, memiliki total 9 kursi di DPRD Kota Malang. Jumlah ini setara dengan 20 persen dari syarat minimum pencalonan untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Malang 2024. Jika rekomendasi dari keempat partai ini turun kepada Abah Anton, maka ia sudah memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Wali Kota Malang.
“Jadi memang kita melihat Fraksi Damai ini punya 9 kursi. Dengan 9 kursi itu berarti Fraksi Damai bisa mencalonkan wali kota maupun wakil wali kotanya karena sudah memenuhi 20 persen,” ujar Abah Anton pada Selasa, 21 Mei 2024.
Sebelumnya, Abah Anton telah mendaftar ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang, yang memiliki 8 kursi di DPRD Kota Malang hasil Pemilu Legislatif 2024. Namun, Abah Anton menegaskan bahwa dinamika politik masih sangat dinamis dan ia terbuka terhadap kemungkinan didukung oleh Fraksi Damai.
“Saya melihat satu potensi yang baik kalau ada keinginan dari Fraksi Damai untuk mengusung saya,” ujar Abah Anton.
Meskipun Abah Anton telah menjalin komunikasi dengan pimpinan keempat partai tersebut, ia tetap harus mengikuti proses pendaftaran resmi sebagai bakal calon kepala daerah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan administrasi masing-masing partai.
“Memang ini kan masing-masing partai itu harus secara administrasi harus dilakukan baik di tingkat DPC, DPD, maupun DPP. Jadi seperti yang lain, kami insya Allah nanti memenuhi undangannya hari Rabu itu akan keliling ke empat partai dan mengikuti pendaftaran di sana,” jelas Abah Anton.
Langkah ini menunjukkan kesiapan Abah Anton untuk kembali terjun ke dunia politik kota Malang. Dengan dukungan dari empat partai dalam Fraksi Damai, peluangnya untuk maju dalam Pilwali 2024 semakin besar. Dukungan ini penting untuk membangun koalisi yang kuat dalam pemerintahan kota, mengingat peran DPRD sangat vital dalam menjalankan roda pemerintahan.
Keputusan Abah Anton untuk mendaftar ke beberapa partai sekaligus juga mencerminkan strategi politik yang cermat. Dalam konteks politik yang dinamis, dukungan dari berbagai partai dapat memberikan stabilitas dan kekuatan lebih dalam menghadapi pemilihan.
Dinamika ini juga menggambarkan betapa kompetitifnya persaingan politik di Kota Malang. Setiap calon harus memastikan dukungan yang cukup tidak hanya dari partai besar, tetapi juga dari partai-partai yang memiliki pengaruh signifikan di DPRD. Ini adalah bagian dari upaya untuk membangun basis dukungan yang luas dan memastikan kelancaran administrasi jika terpilih.
Dukungan dari Fraksi Damai, yang terdiri dari Partai Nasdem, Partai Demokrat, PSI, dan PAN, akan memberikan Abah Anton basis politik yang kuat untuk mencalonkan diri kembali sebagai Wali Kota Malang. Dengan total 9 kursi yang dimiliki fraksi ini, ditambah dengan 8 kursi dari PKB, Abah Anton berada dalam posisi yang cukup strategis untuk maju dalam Pilwali 2024.
Pada akhirnya, keberhasilan Abah Anton dalam mendapatkan rekomendasi dari keempat partai tersebut akan sangat bergantung pada kemampuannya dalam meyakinkan pimpinan partai dan para anggotanya bahwa ia adalah kandidat terbaik untuk memimpin Kota Malang. Dukungan dari Fraksi Damai bisa menjadi penentu dalam persaingan ketat di Pilwali 2024 mendatang.***







