Bupati Malang Rancang Perda Kesenian Bantengan untuk Lindungi Budaya Lokal, Pasukan Mberot Wajib Tahu!

Malang, 25 Mei 2024Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM, mengumumkan rencana pembuatan Peraturan Daerah (Perda) khusus mengenai kesenian bantengan di Kabupaten Malang. Perda ini diharapkan dapat mengatur ketentuan, cara penyelenggaraan, dan penyajian pertunjukan bantengan agar tetap kondusif dan teratur.

“Kita ingin pertunjukan kesenian tetap menjadi tontonan yang aman dan menghibur. Ini bukan berarti (bantengan) dibatasi, tetapi lebih diatur tata caranya,” ujar Bupati Sanusi saat menghadiri Festival 1000 Bantengan yang diadakan oleh GP Ansor Kabupaten Malang di Pantai Balekambang pada Sabtu, 25 Mei 2024.

Melindungi Kesenian Bantengan

Bupati Sanusi menekankan bahwa Perda ini bertujuan untuk melindungi kesenian bantengan sebagai warisan budaya khas Malang. Dengan adanya Perda, keaslian dan kekhasan bantengan diharapkan tetap terjaga dan bisa terus eksis. “Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai luhur dalam kesenian bantengan tidak hilang,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya, Bupati Sanusi mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan. Pada kesempatan tersebut, ia juga membagikan kaos bergambar bantengan kepada peserta festival dan pengunjung.

Festival 1000 Bantengan: Meriahkan Harlah GP Ansor ke-90

Acara Festival 1000 Bantengan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-90 yang dipusatkan di Pantai Balekambang mulai hari ini hingga Minggu, 26 Mei 2024. Festival ini menarik ratusan peserta dan penonton yang antusias menikmati pertunjukan.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, yang akrab disapa Gus Rozi, menyampaikan pentingnya menjaga nilai filosofis bantengan. “Bantengan adalah kesenian mulia yang mengandung makna filosofis luhur. Namun, ada kekhawatiran bahwa kesenian ini mengalami pergeseran nilai,” katanya.

GP Ansor: Mitra dalam Pelestarian Kesenian Bantengan

Gus Rozi menekankan bahwa GP Ansor Kabupaten Malang hadir untuk membantu melestarikan bantengan sesuai dengan pakem dan marwahnya. “Kami hadir sebagai saudara dan mitra untuk bersama-sama membangkitkan kembali bantengan,” ujarnya.

GP Ansor berkomitmen untuk terus mendukung seniman bantengan agar kesenian ini tidak kehilangan jati diri dan tetap menjadi bagian integral dari budaya Malang.

Bantengan: Kesenian dengan Makna Filosofis Tinggi

Bantengan merupakan salah satu kesenian tradisional yang kaya akan makna filosofis. Seni ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang luhur. Pergeseran nilai yang terjadi seiring waktu menjadi perhatian utama para seniman dan pecinta bantengan.

Melalui Perda yang dirancang oleh Bupati Sanusi, diharapkan kesenian bantengan dapat terlindungi dari pengaruh negatif yang dapat merusak esensi budaya ini. Aturan yang jelas akan membantu seniman dalam menyelenggarakan pertunjukan dengan cara yang menghormati tradisi sekaligus menarik minat generasi muda.

Komitmen Pemerintah dan Masyarakat dalam Pelestarian Budaya

Langkah Bupati Malang untuk membuat Perda khusus tentang kesenian bantengan mendapat dukungan luas dari masyarakat dan komunitas seni. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya lokal. Dukungan finansial yang diberikan juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong kegiatan kebudayaan.

Dengan adanya Perda ini, diharapkan tidak hanya aspek teknis penyelenggaraan yang diatur, tetapi juga pelatihan dan pendidikan bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Kerjasama antara pemerintah, seniman, dan masyarakat adalah kunci untuk memastikan bahwa bantengan tetap hidup dan berkembang di Kabupaten Malang.

Penutup

Perda khusus tentang kesenian bantengan yang dirancang oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM, merupakan langkah penting dalam melestarikan dan mengatur kesenian tradisional ini. Dengan adanya peraturan yang jelas, diharapkan kesenian bantengan dapat terus menjadi bagian penting dari budaya Malang yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Festival 1000 Bantengan di Pantai Balekambang menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat terhadap kesenian ini. Semoga dengan adanya dukungan dari semua pihak, kesenian bantengan dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Malang.