Kabupaten Malang, Zona Malang – Gading Pengestu Anjar Pramesti dan Kidung Pangestu Anjar Pramesti, dua gadis kembar berusia 20 tahun asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berhasil lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2024. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa menjadi anggota kepolisian tidak selalu memerlukan biaya besar, sebuah rumor yang telah lama beredar di masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, di Polres Malang pada Rabu, 11 Juli 2024. Ia menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan Polri mengusung prinsip ‘BETAH’, yang merupakan singkatan dari bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Prinsip ini merupakan implementasi dari arahan Presiden RI, Joko Widodo, yang menekankan bahwa penerimaan Polri harus transparan, akuntabel, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Selain itu, seleksi juga dilakukan dengan standar clear and clean serta bebas dari percaloan.
Komitmen Polri pada Transparansi
“Betul ada dua anak kembar peserta seleksi Bintara Polri asal Kabupaten Malang yang dinyatakan lolos dan terpilih mengikuti pendidikan pembentukan anggota Polri,” kata Ipda Dicka di Polres Malang pada Kamis, 11 Juli 2024.
Ipda Dicka menjelaskan, kedua dara kembar tersebut adalah anak dari pasangan Ahmad Rois Maulana dan Erni Ambarwati. Ahmad Rois berprofesi sebagai tukang pijat keliling di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, sementara Erni adalah seorang ibu rumah tangga. Gading dan Kidung dikenal sebagai calon siswa berprestasi dengan nilai tinggi dalam seleksi. Selain unggul secara akademik di SMK Nasional Malang, keduanya juga aktif dalam olahraga voli yang mereka gemari.
Mencari Bibit Terbaik
Ipda Dicka menekankan bahwa Polri mencari bibit terbaik yang memiliki ideologi sebagai pelindung dan pengayom yang sejati. “Para pendaftar harus memiliki jiwa Bhayangkara yang kuat dan motivasi yang benar,” tambahnya.
Terpisah, Ahmad Rois Maulana menyatakan kebanggaannya terhadap keberhasilan putrinya. Ia menekankan bahwa kejujuran selalu ia tanamkan dalam mendidik anak-anaknya. Rois juga menampik isu yang menyebutkan bahwa mengikuti seleksi penerimaan Polri membutuhkan biaya besar. Menurutnya, seleksi penerimaan Polri saat ini sudah sangat terbuka, transparan, dan diawasi oleh berbagai pihak.
Kejujuran sebagai Kunci
“Isu yang ada di luar, saya sampaikan demi Allah nol persen berupa apapun dan sepeserpun tidak ada. Si kembar bisa lolos tanpa uang sepeser pun,” tegas Ahmad Rois. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan anak-anaknya merupakan hasil dari latihan dan seleksi yang ketat. Ahmad Rois berharap prestasi yang diraih Gading dan Kidung dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk berjuang meraih cita-cita tanpa harus terjebak pada praktik-praktik yang tidak jujur.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Keberhasilan Gading dan Kidung ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa prinsip BETAH yang diterapkan Polri benar-benar berjalan dan mampu mencetak generasi Bhayangkara yang berintegritas tinggi. Melalui komitmen Polri terhadap prinsip BETAH, proses seleksi yang bersih dan transparan diharapkan dapat terus memotivasi generasi muda untuk bergabung dengan kepolisian tanpa rasa takut akan biaya yang besar atau praktik yang tidak jujur.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Gading dan Kidung telah membuktikan bahwa tekad dan kerja keras dapat mengalahkan segala rintangan. Keberhasilan mereka tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa transparansi dan kejujuran dalam proses seleksi adalah kunci utama untuk meraih impian.







