Kota Malang Jadi Magnet Studi Tiru: Tiga Daerah Belajar Inovasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Malang kembali membuktikan diri sebagai salah satu kota terdepan dalam inovasi digital dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Malang, 25 Juli 2024 – Kota Malang kembali membuktikan diri sebagai salah satu kota terdepan dalam inovasi digital dan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Hal ini terbukti dengan kunjungan studi tiru dari tiga pemerintah daerah – Kota Banjarmasin, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Tangerang – yang berlangsung di Ruang Sidang Balai Kota Malang hari ini.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang, Sri Winarni, SH, menyambut hangat rombongan tersebut. “Kunjungan ini menjadi bukti kepercayaan terhadap Kota Malang sebagai benchmark dalam pengembangan komunikasi dan informatika di era digital,” ujarnya.

Fokus utama kunjungan ini mencakup beberapa aspek kunci, termasuk:

  1. Sistem pengaduan dan SP4N Lapor
  2. Pengelolaan media
  3. Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS)
  4. Tata kelola Sumber Daya Informasi (SDI)
  5. Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
  6. Pengembangan smart city
  7. Keamanan informasi dan persandian

H. Muhammad Makhmud, Asisten Bidang Administrasi Umum Kota Banjarmasin, menyoroti ketertarikannya pada sistem pengelolaan pengaduan Kota Malang. “Kami ingin meningkatkan efisiensi dan efektivitas penanganan laporan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Herlambang, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, terkesan dengan akselerasi SPBE Kota Malang. “Peningkatan indeks SPBE Kota Malang dari 2,60 pada 2022 menjadi 3,82 di 2023 sungguh menginspirasi,” ungkapnya. Ia juga menekankan urgensi peningkatan SPBE mengingat posisi Penajam Paser Utara sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Budi Lestari, Kepala Bidang Statistik Sektoral Diskominfo Kabupaten Tangerang, memuji pencapaian Kota Malang dalam Anugerah Anindhita Wistara Data 2023. “Kota Malang menjadi role model bagi kami dalam implementasi Satu Data,” tuturnya.

Prestasi Kota Malang yang menjadi sorotan termasuk:

  1. Peningkatan signifikan indeks SPBE dari 2,60 (2022) ke 3,82 (2023)
  2. Penerima Digital Government Award (DGA) 2024
  3. Masuk 10 Terbaik Penerapan SPBE Kategori Pemerintah Kota
  4. Predikat Terbaik I Nasional Anugerah Anindhita Wistara Data 2023

Dr. Andi Fachruddin, pakar tata kelola pemerintahan dari Universitas Brawijaya, mengomentari, “Kunjungan ini membuktikan bahwa Kota Malang telah menjadi barometer nasional dalam inovasi digital pemerintahan. Ini adalah hasil dari konsistensi dan komitmen dalam mengadopsi teknologi untuk pelayanan publik yang lebih baik.”

Kunjungan studi tiru ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antar daerah. “Kami berharap ini menjadi awal dari kerjasama yang lebih erat antar pemerintah daerah dalam mengembangkan smart city di Indonesia,” tambah Sri Winarni.

Keberhasilan Kota Malang dalam mengimplementasikan berbagai inovasi digital dan tata kelola pemerintahan yang baik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dengan demikian, standar pelayanan publik dan efisiensi pemerintahan di seluruh Indonesia dapat terus meningkat, sejalan dengan visi Indonesia Digital 2024.***